REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Dalam kitab Al-Fawaid, Imam Ibnu al-Qayyim menyebutkan sebuah pelajaran berharga yang diberi judul “Sepuluh Hal yang Sia-Sia dan Tidak Memberikan Manfaat.”
Bayangkan seorang pedagang yang mengimpor barang dagangan dengan susah payah, mengerahkan tenaga untuk menjualnya, namun pada akhirnya tidak memperoleh keuntungan sedikit pun.
Baca Juga- 8 Penghapus Dosa yang Disebutkan Alquran dan Hadis, Semuanya Ringan Dilakukan
- Apa Hasil Evaluasi Perang 1.000 Hari yang Dilakukan Israel? Ini Kata Media-Media Terkemuka Ibrani
- Bagaimana Bisa Sekelas Anggota Kongres AS Sebut Orang Palestina Aslinya Saudi, Publik pun Geram
Betapa besar kekecewaannya. Semua tenaga yang dicurahkan menjadi sia-sia, dan modal yang dikeluarkan tidak mendatangkan manfaat.
Demikian pula dalam kehidupan. Kerugian terbesar bukan hanya kehilangan harta, melainkan ketika waktu dan usaha yang kita miliki berlalu tanpa hasil yang bermanfaat.
Apa saja sepuluh perkara berharga tetapi bisa sia-sia yang dimaksudkan Ibnu al-Qasyyim tersebut?
1. Ilmu yang tidak diamalkan
Karena itu, Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa hal pertama yang sia-sia adalah ilmu yang tidak diamalkan.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diterapkan dalam kehidupan. Jika tidak diamalkan, maka nilainya menjadi hilang.
Infografis Penyebab Dosa dan Maksiat - (Dok Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika