Nasional

13 Siswi SMP di Ciputat Diduga Dipalak dan Dipaksa Minum Kopi Cuka

Sebanyak 13 siswi SMP di Ciputat, Tangerang Selatan, diduga menjadi korban perundungan senior. Tiga korban dirawat di rumah sakit akibat sakit perut.

24 Oktober 2026, pukul 17:00 WIB · dibaca 2 kali

Nasional Hukum & Kriminal 13 Siswi SMP di Ciputat Diduga Dipalak dan Dipaksa Minum Kopi Cuka CNN Indonesia Minggu, 25 Okt 2026 00:00 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ilustrasi. Korban bullying di SMP Ciputat dipaksa minum kopi campur cuka. (Foto: iStockphoto) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 13 siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban perundungan oleh senior mereka. Para korban diduga dipalak dan dipaksa meminum kopi yang dicampur cuka serta bawang putih.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan perundungan tersebut dilakukan dengan modus tantangan atau challenge. Para siswi junior diduga diminta mengikuti tantangan yang diberikan senior mereka.

"(Pakai cara) challenge. Misalnya kan, 'Lu, junior kan? Challenge nih'. Kalau ada yang kalah atau salah, langsung suruh minum itu. Informasi awal, itu kayak kopi dicampur cuka, dicampur bawang putih," kata Bambang saat dihubungi, Sabtu (24/10) mengutip Detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat Juga :Bocah Korban Bully Tewas, Pelaku Anak Dibina-Masuk Pesantren

Selain dipaksa mengonsumsi minuman tersebut, para korban diduga dimintai uang dengan nominal berbeda-beda. Bambang menyebut setiap siswi diminta memberikan uang sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000.

"Ini juga ada yang informasi selain dipaksa untuk mengonsumsi minuman, juga ada yang dilakukan ini, pemalakan. Misalnya disertai permintaan uang ke junior-junior itu, dimintain Rp5 ribu-Rp10 ribu," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, tiga dari 13 siswi dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka mengalami gejala sakit perut setelah diduga dipaksa meminum campuran kopi, cuka, dan bawang putih.

"Informasinya ada 13 orang yang mendapatkan perlakuan perundungan dan ada tiga orang yang dirawat di rumah sakit infonya," kata Bambang.

Lihat Juga :Bocah Terduga Pembunuh Anak Down Syndrome Diperiksa di RS Jiwa

Bambang mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terduga pelaku perundungan berjumlah satu orang. Terduga pelaku merupakan siswi senior yang berada di tingkat kelas lebih tinggi daripada para korban.

"Yang saya tahu satu," ucapnya.

Sebelumnya, Bambang menyampaikan bahwa dugaan perundungan tersebut melibatkan siswi kelas tiga yang melakukan tindakan terhadap adik kelas mereka. Polisi telah menerima informasi mengenai 13 siswi yang diduga menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Baca selengkapnya di sini.

(tis/tis) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait