REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat warga yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulau teserang berbagai penyakit. Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang warga di Flores.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan ISPA merupakan penyakit tertinggi yang menyerang warga terdampak gempa di Flores. Dari data Kemenkes, terdapat 3.721 kasus ISPA yang dilaporkan menyerang warga di wilayah terdampak.
Baca Juga- Istana Sebut Presiden Segera Kunjungi NTT
- KDM Beri Bantuan ke Warga NTT Pakai Uang Cash
- KRI dr. Soeharso tiba di Manggarai, Perkuat Penanganan Gempa NTT M7.7
"Kami mendapat laporan dari Kementerian Kesehatan bahwa kejadian penyakit tertinggi yang dilaporkan adalah ISPA sebanyak 3.721 kasus," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (23/8/2026).
Selain itu, para pengungsi juga dilaporkan mengalami gigitan hewan penular rabies di lokasi terdampak gempa bumi Flores. Hingga saat ini, setidaknya terdapat 15 kasus gigitan hewan penular rabies kepada warga terdampak.
"Terdapat kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 15 kasus yang berasal dari Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur," kata Berton.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika