Nasional

380 Ribu Ton Beras Bulog Turun Mutu, Lelang Diprioritaskan untuk UMKM

JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan lelang 380 ribu ton beras turun mutu untuk diolah menjadi tepung diprioritaskan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

27 Oktober 2026, pukul 01:52 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan lelang 380 ribu ton beras turun mutu untuk diolah menjadi tepung diprioritaskan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia guna mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah.

“Prioritasnya untuk rakyat, UMKM-UMKM. Makanya nanti dijualnya enggak di Jakarta doang dilelangnya, tapi di seluruh tanah air,” kata Rizal saat ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Baca Juga

Rizal mengatakan beras tersebut akan disalurkan melalui mekanisme lelang yang saat ini memasuki proses di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia.

Menurut dia, pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan keputusan rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk memastikan pengelolaan stok beras berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Beras yang dilelang merupakan stok yang mengalami penurunan mutu setelah melalui masa penyimpanan lebih dari enam bulan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Rizal menjelaskan pemanfaatan beras tersebut dilakukan agar stok tidak mengalami kerusakan yang berpotensi menyebabkan kerugian negara akibat penurunan kualitas produk pangan.

“Kan daripada rusak, berasnya rusak, terus nanti kalau rusak kan negara jadi rugi,” ujarnya.

Beras turun mutu tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri sebagai bahan baku setelah melalui proses pengolahan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Lebih lanjut, Rizal menyampaikan bahwa harga penjualan tetap mengikuti kebijakan pemerintah dengan mempertimbangkan harga pasar sehingga pelaku usaha masih memiliki ruang untuk memperoleh keuntungan.

Bulog memastikan mekanisme penjualan tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga melalui KPKNL yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Penyebaran lelang secara nasional bertujuan membuka kesempatan bagi UMKM di berbagai wilayah untuk memperoleh akses bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif.

Menurut Rizal, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil agar dapat berkembang melalui dukungan ketersediaan bahan baku pangan.

Bulog memastikan proses lelang tetap berjalan sesuai aturan sekaligus menjaga tata kelola cadangan beras pemerintah agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara optimal.

Pemerintah menyepakati hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung guna menjaga nilai ekonomi serta menstabilkan harga pangan.

“Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah pada 7 September 2026 sebagai bagian dari langkah memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang terus berada pada tingkat tinggi, mencapai lebih dari 5 juta ton.

Pemerintah memperkirakan sekitar 380 ribu ton beras dengan mutu menurun dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp 11.000 per kilogram agar tetap bernilai ekonomi. Harga lelang tersebut hanya berbeda sekitar Rp 1.000 per kilogram dibandingkan dengan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat seharga Rp 12.500 per kilogram.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait