REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Hujan merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah Ta'ala karuniakan kepada makhluk-Nya.
Dengan turunnya hujan, bumi yang kering menjadi subur, tanaman tumbuh menghijau, ternak memperoleh kecukupan, dan kehidupan manusia berlangsung dengan baik.
Baca Juga- Mengapa Menara Masjid Membuat Eropa Gelisah? Ini Analisis Jurnalis Senior Mesir
- Mengapa Iran Serang Negara-Negara Teluk Bukan Israel Langsung? Ini Versi Analis Kuwait
- 3 Analisis Ungkap Bagaimana Perang dengan Iran Ubah Perhitungan Kekuatan Amerika Serikat?
Alquran tidak hanya menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat dari Allah SWT, tetapi juga menerangkan sebab-sebab yang dapat mendatangkan keberkahan tersebut. Pada hakikatnya, rezeki berada di tangan Allah semata.
Dia melapangkan atau menyempitkannya sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan bagi hamba-hamba-Nya. Allah SWT berfirman:
وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍۢ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ ٢٧
"Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat." (QS Asy-Syura: 27)
Menariknya, setelah ayat tersebut Allah langsung menyebutkan tentang turunnya hujan:
وَهُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلْوَلِىُّ ٱلْحَمِيدُ ٢٨
"Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji." (QS Asy-Syura: 28)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika