REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Salah satu gambaran paling dahsyat tentang peristiwa Hari Kiamat adalah ketika manusia harus melewati sebuah keadaan yang sangat berat dan menggentarkan.
Bahkan para nabi, yang merupakan manusia-manusia pilihan Allah SWT, merasa takut menghadapinya. Lalu bagaimana dengan kita, manusia biasa yang penuh kekurangan?
Baca Juga- Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
- Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan
- Misteri Halilintar dan Gemuruh di Baliknya, Kisah Sang Pengingkar Tersambar Petir dalam Alquran
Kondisi tersebut adalah saat melewati ash-shirath, jembatan yang terbentang di atas punggung neraka. Lantas apakah yang dimaksud dengan ash-shirath dan seperti apa ash-shirath itu?
Berikut ini sejumlah fakta terkait dengan jembatan yang akan dilewati umat manusia kelak pada hari kiamat:
Pertama, ash-shirath adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahannam, sekaligus menjadi jalan yang menghubungkan surga dan neraka. Manusia akan melewatinya sesuai dengan kadar amal mereka.
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًۭا مَّقْضِيًّۭا ٧١ ثُمَّ نُنَجِّى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ وَّنَذَرُ ٱلظَّـٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيًّۭا ٧٢
Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut. (QS Maryam: 71–72)
Yang dimaksud dengan wurud (melewati atau mendatangi) dalam ayat tersebut adalah melewati ash-shirath.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika