Nasional

6 Provinsi Rawan Karhutla saat Musim Kemarau dan Ancaman El Nino

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkap enam provinsi rawan kebakaran hutan akibat El Nino. Pemerintah siapkan operasi modifikasi cuaca untuk antisipasi.

29 Juli 2026, pukul 00:11 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa 6 Provinsi Rawan Karhutla saat Musim Kemarau dan Ancaman El Nino CNN Indonesia Rabu, 29 Jul 2026 07:11 WIB Bagikan: url telah tercopy Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap enam provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau dan ancaman El Nino. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN) Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap enam provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau dan ancaman El Nino.

"Untuk kebakaran hutan dan lahan, tadi saya sebutkan ada enam provinsi yang menjadi fokus kita semua, yaitu ada Riau, Jambi, Sumatra Selatan, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," kata Teuku usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).

Lihat Juga :Fakta-fakta Kampung Tenggelam di Lebak Muncul Lagi Imbas Kemarau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai langkah antisipasi, Teuku menyampaikan pemerintah menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca secara berkala.

Selain keenam daerah itu, pemerintah juga menerapkan OMC di Kepulauan Riau, Aceh, dan beberapa tempat lain secara situasional.

Teuku menjelaskan di tengah fenomena El Nino ini, pemerintah fokus mengantisipasi dua hal. Pertama, potensi karhutla dan kedua kekeringan.

Ia menyampaikan untuk mengatasi potensi kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca bekerjasama dengan BNPB dan juga bekerjasama dengan swasta untuk pengisian waduk.

"Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk. Beberapa, memang tidak semua, itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih," ujarnya.

Lihat Juga :Usai Jumpa Prabowo, BMKG Sebut RI Sudah Masuk ke Fenomena El Nino Kuat

Teuku menyampaikan saat ini Indonesia telah masuk dalam kategori fenomena El Nino kuat.

Ia menjelaskan fenomena El Nino bisa terjadi akibat suhu di permukaan laut di Samudra Pasifik mengalami kenaikan hingga 0,5 derajat lebih tinggi.

Menurutnya, jika kondisi itu sudah tercapai, maka Indonesia sudah masuk dalam kategori El Nino aktif.

"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat," ujarnya.

(mnf/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait