Nasional

9 Alasan Mengapa Muslim tak Boleh Membiarkan Kemaksiatan Terjadi di Sekitarnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Amar makruf nahi mungkar bukan sekadar kewajiban untuk menasihati orang lain, melainkan bagian penting dari tanggung jawab keimanan. Melalui upaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, umat Islam turut...

23 Oktober 2026, pukul 10:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Amar makruf nahi mungkar bukan sekadar kewajiban untuk menasihati orang lain, melainkan bagian penting dari tanggung jawab keimanan.

Melalui upaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, umat Islam turut menjaga kehidupan masyarakat, menghindarkan kerusakan, memperkuat persaudaraan, dan mengharapkan rahmat Allah SWT.

Baca Juga

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Artinya: “Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya berbuat kebaikan.” (QS. Hud [11]: 117, terjemahan Kementerian Agama RI).

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab tafsirnya, kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia tidak membinasakan suatu negeri kecuali penduduknya berlaku zalim terhadap diri mereka sendiri.

Allah tidak pernah menimpakan azab dan hukuman-Nya kepada suatu negeri yang penduduknya melakukan perbaikan, hingga mereka sendiri menjadi orang-orang yang zalim. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ

Artinya: ‘Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.’ (QS Hud [11]: 101).

Allah SWT juga berfirman:

وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Artinya: ‘Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.’ (QS. Fussilat [41]: 46).”

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait