Nasional

986 Wisatawan Sempat Tertahan di Pulau Padar Imbas Gempa M7 NTT

Sebanyak 986 wisatawan sempat tertahan di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur pascagempa bumi M 7 pada Sabtu (15/8) pagi.

15 Agustus 2026, pukul 10:12 WIB · dibaca 1 kali

Nasional Peristiwa 986 Wisatawan Sempat Tertahan di Pulau Padar Imbas Gempa M7 NTT CNN Indonesia Sabtu, 15 Agu 2026 17:12 WIB Bagikan: url telah tercopy Ratusan wisatawan sempat tertahan di Pulau Padar saat gempa NTT pada Sabtu (15/8). Foto: Instagram/@s_ton.i Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 986 wisatawan sempat tertahan di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Mbay-Nagekeo, Sabtu (15/8) pagi.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebut ratusan wisatawan tersebut tertahan akibat penghentian sementara aktivitas pelayaran sebagai bagian dari langkah keselamatan setelah gempa dan peringatan dini tsunami dikeluarkan.

Berdasarkan siaran pers Kemenpar, seluruh wisatawan yang berada di Pulau Padar kini telah berhasil dipulangkan. Mereka tiba dengan selamat di Labuan Bajo setelah otoritas pelabuhan menerbitkan pemberitahuan pembukaan kembali pelayaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenpar bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa di kawasan pariwisata Flores, Alor, Lembata, dan Bima.

Lihat Juga :Pemerintah Pusat Siagakan Bantuan Respons Dampak Gempa NTT

Selain wisatawan di Pulau Padar, seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo juga sempat dievakuasi ke sejumlah titik aman di luar bangunan.

Beberapa lokasi yang digunakan sebagai titik evakuasi antara lain kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.

Wisatawan yang sebelumnya dievakuasi dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin juga telah kembali ke akomodasi masing-masing.

Sementara itu, operasional penerbangan di Bandara Komodo masih berjalan dengan pembatasan setelah pemeriksaan teknis dilakukan. Aktivitas pelayaran laut juga kembali dibuka secara bertahap.

Kemenpar juga menyebut seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, dihentikan sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan.

Lihat Juga :2 Wisatawan China Terluka akibat Gempa Dibawa ke RS Labuan Bajo

Sejumlah fasilitas wisata terdampak

Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas pariwisata di Flores. BPOLBF mencatat Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan. Seluruh tamu dan karyawan hotel dilaporkan selamat dan telah dipindahkan ke hotel lain yang dinilai aman.

Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah. BPOLBF masih melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara sejumlah hotel di Labuan Bajo, seperti Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah, secara umum masih dalam kondisi aman. Beberapa di antaranya hanya mengalami retakan ringan.

Lihat Juga :Update Gempa NTT: Korban Tewas di Manggarai Capai 25 Orang

Sejumlah restoran juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendukung pariwisata. Tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk.

Di sejumlah wilayah Flores, gempa turut menyebabkan longsor dan robohnya tiang listrik yang berdampak pada beberapa jalur utama, termasuk Labuan Bajo-Ruteng, Bajawa-Ende, Ruteng-Borong, serta Ende-Moni.

Peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan BMKG telah dicabut pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA. Meski demikian, wisatawan dan masyarakat di Flores diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi karena gempa susulan masih berpotensi terjadi.

(anm/dna) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait