REPUBLIKA.CO.ID, Abdullah ibn Amr ibn Haram adalah orang pertama dari pasukan Muslim yang gugur dalam Perang Uhud, lalu Allah SWT memuliakannya dengan berbicara langsung kepadanya tanpa hijab, sebagaimana dikisahkan Rasulullah SAW yang diriwayatkan putra Abdullah ibn Amr ibn Haram.
Dikisahkan, Abdullah ibn Amr ibn Haram sebelum berangkat menuju Perang Uhud, memanggil putranya Bernama Jabir, lalu berkata dengan suara lembut, "Anakku, aku sudah mengira bahwa aku akan menjadi orang pertama yang gugur dalam perang. Demi Allah, setelah Rasulullah SAW, tidak ada seorang pun yang lebih kucintai selain engkau. Jika aku mempunyai utang, bayarkanlah utangku, dan ajarilah saudara-saudaramu kebaikan."
Baca Juga- Bertemu Kapolri Jaksa Agung Jangan Pikir Kami Rival
- Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Presiden Hingga DPR
- Pertamina Patra Niaga Datangkan Pertamina Gas 1 Bawa 45,9 Ribu Metrik Ton LPG
Itulah pesan terakhir yang disampaikan Abdullah ibn Amr ibn Haram kepada putranya sebelum berangkat menuju Perang Uhud. Firasatnya pun menjadi kenyataan. Ia gugur sebagai syuhada dan menjadi orang pertama dari pasukan Muslim yang terbunuh dalam pertempuran tersebut. Setelah syahid, tentara musyrik memotong hidung dan telinganya. Atas perintah Rasulullah SAW, jenazah Abdullah dimakamkan dalam satu liang lahat bersama saudara iparnya, Amru ibn al-Jamuh.
Penampakan makam di Pemakaman Baqi, Kota Madinah, Sabtu (8/6/2024). Jamaah yang datang ke komplek pemakaman keluarga Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam tersebut diizinkan untuk berziarah dengan cara melintasi dan dilarang untuk berhenti. - (Karta/Republika)
Diriwayatkan dari Muhammad ibn al-Munkadir bahwa Jabir ibn Abdullah berkata, "Ayahku terbunuh pada Perang Uhud. Aku terkejut ketika melihat jenazahnya karena wajahnya rusak. Aku menangis. Semua orang melarangku menangis, tetapi Rasulullah SAW tidak melarangku."
Muhammad ibn al-Munkadir melanjutkan, "Fatimah binti Amr, bibi Jabir, juga menangis. Rasulullah SAW bersabda, 'Menangis ataupun tidak menangis, para malaikat selalu menaunginya dengan sayap-sayap mereka hingga kalian mengangkatnya'."
Diriwayatkan pula dari Jabir ibn Abdullah bahwa Rasulullah SAW melihat kepadanya, lalu bersabda, "Aku melihatmu kebingungan." Aku (Jabir ibn Abdullah) menjawab, "Wahai Rasulullah, ayahku telah terbunuh. Ia meninggalkan utang dan keluarga."
Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kusampaikan kepadamu? Allah tidak berbicara kepada siapa pun kecuali dari balik hijab. Sementara itu, Dia berbicara kepada ayahmu secara langsung."
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika