REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum telur sampai ke meja makan untuk dihidangkan, masalah itu salah satunya bakal menjadi menjadi fokus pameran imersif Beyond the Cagedi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada 5-7 September 2026. Melalui karya seni, cerita, dan pengalaman imersif, pameran yang digelar oleh Act For Farmed Animals (AFFA) membawa persoalan yang selama ini berada jauh dari pandangan konsumen ke ruang publik.
Pengunjung diajak melihat lebih dekat bagaimana sistem produksi telur bekerja sebelum produknya sampai ke meja makan, restoran, hotel, toko roti, dan berbagai bisnis pangan. Ayam petelur hidup dengan ruang gerak yang sangat terbatas. "Telur sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi sistem di balik produksinya hampir tidak pernah terlihat oleh konsumen," kata pemimpin kampanye Act For Farmed Animals, Elfha Shavira dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga- Truk Bawa 10 Ton Pakan Ayam Tabrak Jembatan Hingga Ringsek
- Harga Ayam Tembus Rp50.000/Kg, Pemprov Sumut Turunkan Tim Pantau Pasar
- KPPG Semarang Selidiki Dugaan SPPG Beli Telur Ayam di Bawah HAP
Pameran tersebut juga menghadirkan karya dari Inkomee. Pameran diharapkan mempertemukan publik, seniman, media, kelompok advokasi, serta pelaku usaha dalam percakapan yang lebih luas mengenai bagaimana pangan diproduksi dan bagaimana sistem tersebut dapat berubah.
"Beyond the Cage ingin membawa persoalan itu ke ruang publik. Ketika masyarakat semakin memahami bagaimana telur diproduksi, kami berharap percakapan mengenai kesejahteraan ayam dan tanggung jawab perusahaan dalam rantai pasok juga semakin kuat," ujar Elfha.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika