Nasional

Aksi Mahasiswa se-Banyumas Raya, Gelar Mimbar Bebas Lapak Baca Buku

Massa mahasiswa BEM Banyumas Raya gelar mimbar bebas di Alun-alun Purwokerto. Aksi menuntut kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran itu diwarnai lapak baca gratis

27 Juni 2026, pukul 19:00 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Aksi Mahasiswa se-Banyumas Raya, Gelar Mimbar Bebas Lapak Baca Buku CNN Indonesia Minggu, 28 Jun 2026 02:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Sejumlah elemen BEM Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas yang diselingi lapak baca buku gratis di kompleks Alun-alun Purwokerto, (detikJateng/Anang Firmansyah) Jakarta, CNN Indonesia --

Massa mahasiswa BEM se-Banyumas Raya, Jawa Tengah, menggelar aksi dan mimbar di Alun-alun Purwokerto, akhir pekan ini.

Aksi menuntut perubahan kebijakan pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang diduga salah arah itu diwarnai menggelar lapak baca buku gratis.

Mengutip dari detikJateng, dalam aksi ini, mahasiswa menutup setengah lajur Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lapak baca gratis dan pasar baju bekas gratis yang digelar dalam aksi mahasiswa itu menjadi pembeda.

Pilihan Redaksi

Koordinator lapangan aksi, Setyawan, mengatakan kehadiran dua kegiatan tersebut disebut sebagai simbol bahwa keresahan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya dirasakan mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas.

Setyawan mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari demonstrasi sebelumnya. Menurutnya, mahasiswa menilai berbagai kebijakan pemerintah telah menimbulkan persoalan di berbagai sektor, terutama ekonomi.

"Ini tindak lanjut dari eskalasi, kita merasakan bosannya dengan Prabowo-Gibran menjabat. Belum ada dua tahun, tetapi kerusakan yang dihasilkan sudah sangat besar. Kita melihat perekonomian Indonesia stagnan akibat kebijakan fiskal dan kebijakan terkait proyek strategis nasional yang menurut kami tidak sesuai," kata Setyawan saat ditemui wartawan, Jumat (26/6).

Ia menyebut aksi itu bertujuan terus menyuarakan kritik agar pemerintah mengubah arah kebijakannya.

Dalam aksi tersebut, BEM Banyumas Raya membawa lima tuntutan utama. Pertama, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua, menghentikan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ketiga, menegakkan kembali supremasi sipil, termasuk dengan mengkritisi Undang-Undang TNI dan RUU Polri.

Setyawan mengatakan aksi kali ini sengaja dikemas berbeda. Selain orasi, panitia menggelar panggung musik, pertunjukan teatrikal, lapak baca gratis hingga pasar baju bekas gratis agar masyarakat bisa ikut terlibat.

"Kita ingin mimbar bebas bukan hanya orasi, tapi juga ada mimbar kesenian. Makanya ada band, nanti juga ada teatrikal. Di sini juga ada lapak baca, ada pasar gratis. Itu bukti bahwa bukan hanya mahasiswa yang muak, tetapi masyarakat juga ikut merasakan hal yang sama," katanya.

Ia menambahkan peserta aksi berasal dari berbagai elemen, tidak hanya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kampus. Sejumlah komunitas masyarakat hingga organisasi seperti Aksi Kamisan Purwokerto juga ikut bergabung.

"Bisa dilihat sekarang kita sudah lepas almamater semua. Kita melebur menjadi satu dengan masyarakat. Aksi ini menggunakan nama BEM Banyumas Raya dan juga menggandeng teman-teman dari berbagai organisasi," katanya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait