Nasional

Akui Gunakan Air Kolam Warga untuk Atasi Karhutla, BNPB Mengaku Sudah Komunikasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah video helikopter mengambil air dari kolam warga untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, viral di media sosial. Dalam video itu,...

30 Agustus 2026, pukul 11:40 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah video helikopter mengambil air dari kolam warga untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, viral di media sosial. Dalam video itu, pemilik kolam telah memberikan isyarat helikopter tak mengambil dari tempatnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengakui adanya kekhawatiran terkait pengambilan air dari kolam warga untuk penanganan karhutla. Namun, ia menilai, pemanfaatan air kolam itu sangat berguna untuk memadamkan api di lahan terbakar.

Baca Juga

"Kami telah telah menjalin komunikasi secara kekeluargaan dengan pemilik dari kolam tersebut dan tentu kami ke depan akan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (30/8/2026).

Diketahui, saat ini BNPB telah menerjunkan 53 armada udara untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 13 armada diperuntukkan guna operasi modifikasi cuaca dan 34 armada untuk water bombing.

Sepanjang Sabtu (28/8/2026), BNPB telah melakukan water bombing dengan jumlah air mencapai 3,2 liter. Water bombing itu dilakukan di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, sebuah video di media sosial menunjukkan warga tidak ingin helikopter water bombing mengambil air dari kolam ikan miliknya di wilayah Kabupaten Banjar. Pasalnya, kolam itu berisi ikan dan air di dalam kolam itu tidak lain untuk menjaga ketersediaan selama musim kemarau. 

Lihat di situs asli

Berita terkait