REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan Pantai Gading di Piala Dunia FIFA 2026 memang berakhir pada babak 32 besar. Namun, bagi Amad Diallo, kiprah Les Elephants di turnamen kali ini tetap menjadi pencapaian yang layak dibanggakan.
Pantai Gading harus mengakhiri langkahnya setelah kalah tipis 1-2 dari Norwegia di Stadion Dallas, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB. Meski gagal melangkah ke babak 16 besar, wakil Afrika tersebut meninggalkan Amerika Utara dengan catatan bersejarah.
Baca Juga- Pelatih Pantai Gading Akui Kegagalan Manfaatkan Peluang Usai Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026
- Amad Diallo Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Pelajaran Berharga untuk Pantai Gading
- Gol Telat Erling Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Pantai Gading Pulang Kampung
Untuk pertama kalinya dalam empat penampilan di putaran final Piala Dunia, Pantai Gading berhasil lolos ke fase gugur. Pencapaian itu menjadi bukti perkembangan positif generasi baru sepak bola Pantai Gading.
Diallo menilai keberhasilan tersebut jauh lebih besar daripada sekadar hasil akhir pertandingan. Winger Manchester United itu mengaku bangga dengan perjuangan timnya yang mampu bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.
"Kami sangat bangga dengan apa yang telah kami raih," kata Diallo, dikutip dari laman resmi FIFA.
"Kami tim termuda di kompetisi ini, jadi kami bisa merasa sangat bangga. Kami telah bermain di tiga turnamen sebelumnya dan tidak pernah lolos dari babak penyisihan grup, jadi kami telah mencapainya."
Pantai Gading sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit kepada Norwegia. Setelah tertinggal akibat gol Antonio Nusa, mereka mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Diallo pada menit ke-74.
Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, Diallo langsung memberikan dampak besar. Ia mencetak gol lewat kerja sama satu-dua yang apik dengan Nicolas Pepe sebelum menaklukkan kiper Norwegia.
Gol tersebut menjadi gol kedua Diallo di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya juga mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Ekuador pada fase grup.
Bagi pemain berusia 23 tahun itu, mencetak gol di panggung sebesar Piala Dunia merupakan impian yang akhirnya menjadi kenyataan.
"Mencetak gol itu hal yang besar karena itu mimpi yang menjadi kenyataan," ujar Diallo. "Saya selalu bermimpi bermain di panggung terbesar, jadi mencetak gol ini adalah sesuatu yang luar biasa."
Meski harus menerima kekalahan, Diallo menilai perjalanan Pantai Gading di Piala Dunia kali ini tetap layak dikenang sebagai sebuah keberhasilan.
"Pada akhirnya, meskipun kalah, itu tetap kemenangan," katanya.
Lihat postingan ini di InstagramIkuti Whatsapp Channel Republika