REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Angka pengangguran terbuka di Kota Cirebon mencapai 6,4 persen. Pemkot Cirebon pun mengadakan pelatihan kerja bagi masyarakat sebagai salah satu upaya menurunkan pengangguran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma'ruf Nuryasa menjelaskan, pendaftaran pelatihan masih dibuka hingga 12 Agustus 2026. Pelatihan pengelasan menjadi salah satu program yang paling diminati dengan kapasitas awal satu kelas berisi 16 peserta.
Baca Juga- Produksi Perikanan Budidaya di Cirebon Melonjak
- Jaringan Pengedar Obat Keras Ilegal di Cirebon Terbongkar, Ratusan Tramadol Disita
- OJK Cirebon Bantu Petambak Garam Akses Pembiayaan Sesuai Musim Panen
"Minat masyarakat sangat tinggi. Untuk pelatihan pengelasan saja jumlah pendaftar sudah melampaui 100 orang. Karena itu kami berencana membuka kelas-kelas berikutnya agar semakin banyak warga yang dapat mengikuti pelatihan," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Selain pengelasan, Disnaker Kota Cirebon juga membuka berbagai pelatihan lain seperti digital marketing, menjahit, barista, dan barbershop. Seluruh pelatihan tersebut dirancang mengikuti kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Ma'ruf mengatakan, pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga disiapkan agar peserta memiliki peluang nyata setelah menyelesaikan pendidikan. Untuk itu, Disnaker tengah memperkuat program link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.
"Kami ingin hasil akhirnya jelas. Ada peserta yang memilih menjadi wirausaha, ada juga yang ingin bekerja di perusahaan. Karena itu kami sedang membangun kerja sama dengan berbagai pelaku usaha. Contohnya untuk pelatihan menjahit, kami akan menggandeng perusahaan sehingga peserta yang memenuhi kualifikasi dapat langsung disalurkan untuk bekerja," jelasnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika