REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengimbau masyarakat Malaysia untuk tidak menggunakan Waze, aplikasi navigasi populer yang dikembangkan di Israel.
Anwar menyatakan dalam sebuah unggahan di Facebook—setelah memimpin rapat Komite Keamanan Siber Nasional (JKSN)—bahwa Waze tunduk pada hukum pemerintah Israel. Dalam rapat yang digelar Selasa itu, dibahas pula potensi risiko penggunaan aplikasi ini dalam memantau data warga negara Malaysia.
Baca Juga- Kemegahan Hagia Sophia Hingga Masjid Camlica di Istanbul
- Bank Sentral Yaman Bekukan Rekening dan Aset Terkait Houthi
- Prancis Perluas Jam Malam di Sejumlah Kota, Gelombang Protes dan Kerusuhan Belum Reda
Mengingat kekhawatiran tersebut serta risiko keamanan data, Anwar menyarankan agar masyarakat Malaysia beralih menggunakan Tuju, sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Otoritas Jalan Raya Malaysia (Malaysian Highway Authority).
"Kita tidak boleh berkompromi terkait keamanan data dan identitas," ujarnya dilansir Channel News Asia, Rabu.
Diluncurkan pada tahun 2009, Waze bermula sebagai proyek sumber terbuka (open-source) bernama FreeMap Israel. Pada tahun 2013, Google mengakuisisi aplikasi tersebut senilai US$1 miliar.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika