REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Surat kabar The Guardian mengungkap bahwa Iran berhasil meningkatkan kemampuannya untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan berbagai fasilitas vital di kawasan Timur Tengah.
Peningkatan kemampuan tersebut dicapai melalui kombinasi pengembangan teknologi rudal, pemanfaatan citra satelit, serta penerapan taktik militer yang terinspirasi dari pengalaman Rusia dalam perang Ukraina.
Baca Juga- Simak, Ini 7 Keutamaan Penduduk Yaman yang Diungkap Rasulullah SAW
- Jenis Pertemanan yang tak akan Menyebabkan Seorang Muslim Celaka Dunia Akhirat
- Mengapa Kita Harus Percaya Adanya Allah SWT? Alquran Ungkap 5 Alasan yang Masuk Akal
Menurut Dan Sabbagh, editor urusan pertahanan dan keamanan The Guardian, serangan-serangan Iran belakangan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal akurasi dan daya hancur.
Di saat yang sama, dilansir Aljazeera, Sabtu (25/7/2026), serangan tersebut juga mengungkap kemungkinan adanya celah dalam sistem pertahanan udara Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut.
Laporan itu merujuk pada serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Pangkalan yang dilindungi sistem pertahanan rudal canggih Amerika, THAAD (Terminal High Altitude Area Defense), itu menjadi sasaran serangan yang menewaskan tiga tentara Amerika Serikat.
Citra satelit yang dipublikasikan media-media Iran menunjukkan sejumlah fasilitas di pangkalan tersebut mengalami kerusakan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika