REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH— Arab Saudi pada Kamis (13/8/2026) mengumumkan dimulainya secara resmi aktivasi Aliansi Maritim Pertahanan Multinasional.
Langkah ini menandai dimulainya fase operasional aliansi tersebut setelah sebelumnya melewati proses pembentukan dan penataan kelembagaan.
Baca Juga- Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun
- Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
- 7 Bentuk Siksa Neraka yang Diabadikan dalam Alquran, Ada Satu yang Paling Berat
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan, pertemuan perencanaan ketiga Aliansi Maritim Pertahanan Multinasional digelar di Markas Komando Armada Barat di Jeddah. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari 39 negara.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X, dikutip Aljazeera, Jumat (14/8/2026), Kementerian Pertahanan Saudi menjelaskan bahwa 15 negara telah menandatangani pernyataan bersama.
Sementara itu, 13 negara telah menyelesaikan prosedur nasional, menandatangani piagam aliansi, dan secara resmi menyatakan bergabung.
Adapun negara-negara lainnya masih menyelesaikan prosedur nasional yang diperlukan untuk bergabung dengan aliansi tersebut.
Perkembangan ini berlangsung seiring dengan percepatan pembangunan struktur kelembagaan aliansi. Arab Saudi telah menunjuk komandannya, sementara wakil komandan pada periode pertama berasal dari Pakistan.
Selain itu, markas dan logo aliansi telah ditetapkan, serta kerangka organisasi, perencanaan, dan pedoman acuan untuk memulai kegiatan aliansi telah disahkan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika