REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Ariana Grande meluncurkan inisiatif filantropi terbarunya melalui yayasan Brighter Days Ahead Foundation. Sebagai langkah awal, yayasan tersebut memberikan hibah kepada organisasi kemanusiaan Save the Childen UK untuk menyalurkan bantuan bagi anak dan keluarga di Gaza, Palestina.
Save the Children UK mengonfirmasi bahwa dana dari yayasan Grande akan digunakan untuk upaya kemanusiaan di Gaza. Meski jumlah hibah yang diberikan tidak diungkapkan kepada publik, organisasi tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ariana Grande atas dukungan yang diberikan.
Baca Juga- Ariana Grande 'Semprot' Gedung Putih, Lagunya Dipakai Buat Video Penangkapan Imigran
- Anne Hathaway Hamil Anak Ketiga pada Usia 43 tahun, Seberapa Aman? Ini Kata Dokter
- Intai Usia 30-an, Kenali Fatty Liver Si Pembunuh Diam-Diam dan Cara Mencegahnya
"Terima kasih Ariana, Brighter Days Ahead Foundation, sudah bersolidaritas bersama anak-anak di Gaza. Dana tersebut akan langsung diberikan kepada anak-anak dan keluarga di Gaza, untuk membantu mereka melewati situasi yang sangat sulit yang mereka alami," kata Save the Childen UK, dilansir laman Arab News, Sabtu (20/6/2026).
Seorang anak Palestina yang terlantar berjalan di pinggiran kamp tenda sementara di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, 27 Januari 2026. - (EPA/HAITHAM IMAD)
Save the Children UK menjelaskan bahwa dukungan dari para donatur, termasuk melalui hibah seperti yang diberikan oleh Ariana Grande, telah memungkinkan mereka memperluas respons kemanusiaan di wilayah Palestina tersebut. "Dengan dana seperti ini, kami telah menjangkau 183.459 anak dengan bantuan tunai, 83 ribu anak dengan dukungan kesehatan dan nutrisi, dan 11.357 anak dengan program pendidikan," kata badan amal tersebut.
Save the Children UK menyatakan bahwa perlindungan yang sesungguhnya bagi anak-anak di Gaza hanya dapat terwujud melalui berakhirnya okupasi Israel. Namun badan amal itu berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak dan keluarga terdampak hingga penderitaan yang mereka alami berakhir.
Sementara itu, peluncuran Brighter Days Ahead menandai langkah filantropi terbaru Ariana Grande. Sebelumnya, penyanyi tersebut telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk kampanye yang berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai kesehatan mental.
Potret Adam Suleiman Abu Halib, seorang anak Palestina berusia lima tahun yang wajahnya penuh bekas luka akibat serangan Israel berpose di Kota Gaza, Kamis (22/1/2026). Adam mengalami cedera akibat serangan Israel di kota Deir Al-Balah, Jalur Gaza tengah pada akhir tahun 2023. Serangan Israel itu meninggalkan bekas luka di wajah, yang juga menyebabkan hilangnya penglihatan total di mata kirinya. Kini Adam bersama keluarganya masih menunggu izin keluar dari Gaza untuk mendapatkan perawatan medis, karena kurangnya fasilitas medis yang memadai di dalam Jalur Gaza. - (EPA/MOHAMMED SABER)
Ke depan, Brighter Days Ahead Foundation diharapkan akan menyalurkan hibah kepada berbagai organisasi yang bekerja di beragam sektor. Yayasan tersebut disebut akan berfokus pada komunitas yang terdampak krisis, ketimpangan sosial, serta keterbatasan akses terhadap layanan-layanan penting.
Belum lama ini, nama Ariana Grande mendapat sorotan setelah mengecam Gedung Putih karena menggunakan lagu "Bye" dalam video TikTok yang mempromosikan operasi penangkapan oleh agen ICE (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS). la melontarkan kritik langsung melalui kolom komentar video tersebut. Grande menegaskan ia tidak mengizinkan musiknya dikaitkan dengan kebijakan maupun tindakan yang menurutnya tidak manusiawi.
"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. Pers*tan ICE," kata Grande dilansir laman Billboard.
Perwakilan Grande telah mengonfirmasi bahwa komentar pada video itu memang ditulis langsung oleh sang musisi. Namun kini komentar tersebut tampaknya sudah dihapus.
Video TikTok yang diunggah Gedung Putih menampilkan kompilasi rekaman agen ICE melakukan penangkapan. Setelah diprotes Grande, video tersebut kini tidak menggunakan audio lagi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika