Nasional

Artajasa dan ELSA Business Perkuat Kompetensi Talenta untuk Mendukung Konektivitas Pembayaran Global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menggandeng ELSA Business, platform pelatihan bahasa Inggris kelas dunia (dinobatkan oleh Forbes sebagai top 4 best AI in the world oleh Research...

15 Oktober 2026, pukul 07:28 WIB · dibaca 2 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menggandeng ELSA Business, platform pelatihan bahasa Inggris kelas dunia (dinobatkan oleh Forbes sebagai top 4 best AI in the world oleh Research Snipers) dan telah dipercaya lebih dari 1,300 organisasi secara global yang menerapkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pengenalan suara (speech recognition) untuk menghadirkan program Artajasa Global Talent Readiness Program yang diharapkan dapat mempersiapkan talenta terbaik untuk menghadapi kebutuhan industri yang semakin dinamis.

PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) merupakan salah satu penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran (switching) nasional di Indonesia dan dikenal luas sebagai pengelola jaringan ATM Bersama. Saat ini, Artajasa terhubung dengan ratusan institusi (bank dan non bank), mengoperasikan puluhan ribu terminal ATM, serta menyediakan berbagai Layanan Pembayaran (Payment Services), Penyelesaian Transaksi (Settlement Services), serta Layanan Infrastruktur Digital & Data Intelligence bagi Industri dan Layanan Keuangan (Adjacent Services) untuk berbagai sektor, meliputi telekomunikasi, multifinance, asuransi, layanan publik, energi, pendidikan, transportasi, uang elektronik, kartu kredit, e-commerce, donasi, dan lainnya.

Seiring semakin terhubungnya industri sistem pembayaran dengan ekosistem keuangan global, kebutuhan akan talenta yang mampu berkomunikasi secara efektif, profesional, dan percaya diri dalam Bahasa Inggris pun semakin penting. Namun, dalam praktiknya, penggunaan Bahasa Inggris masih dapat menjadi tantangan bagi karyawan, khususnya dalam hal kepercayaan diri, pelafalan (pronunciation), dan kefasihan berbicara. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Artajasa berkolaborasi dengan ELSA melalui Artajasa Global Talent Readiness Program, yang secara resmi memasuki fase kedua melalui sesi kick-off pada Agustus 2026. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada karyawan Artajasa untuk berlatih Bahasa Inggris secara fleksibel dengan dukungan teknologi AI, sekaligus memperoleh umpan balik secara langsung mengenai pelafalan dan kemampuan berbicara.

Sandy Surya Nugraha, Senior Vice President - People & Corporate Affairs Artajasa, mengatakan bahwa kolaborasi antara Artajasa dan ELSA merupakan bagian dari komitmen Artajasa untuk terus mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus menjawab kebutuhan komunikasi di lingkungan kerja yang semakin global. Melalui kemitraan ini, Artajasa berharap karyawan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu soft skill yang mendukung kesiapan mereka dalam menghadapi dinamika bisnis global. "Kami senantiasa berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM agar mampu mendukung pencapaian tujuan perusahaan dan menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Penguasaan Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting untuk memperkuat komunikasi, memperluas kolaborasi, dan membangun kepercayaan di lingkungan kerja global. Melalui kerja sama dengan ELSA, kami berharap karyawan dapat mengembangkan kemampuan tersebut sebagai bagian mewujudkan visi misi Artajasa sebagai perusahaan yang berbasis Trusted-Intelligent,” ujar Sandy.

Lebih lanjut, Sandy menekankan bahwa pengembangan kualitas SDM perlu memberikan dampak yang nyata terhadap pencapaian perusahaan. "Kami berharap melalui pengembangan SDM yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil dapat membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dalam mendukung pencapaian bisnis perusahaan," lanjutnya.

Salah satu hasil dari program ini terlihat dari pencapaian Rizzky Wahdania dari Service Delivery 2 Department, yang berhasil menjadi Top Leaderboard seluruh Indonesia dalam program ELSA. Rizzky mencatat peningkatan English Proficiency Score (EPS) dari 76,03% atau level B2/Upper Intermediate menjadi 90,42% atau level C1/Advanced. Menurut Rizzky, ELSA membantunya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari di Artajasa. Kesempatan untuk berlatih secara mandiri dan mendapatkan umpan balik secara langsung membuatnya lebih percaya diri dalam berbicara, terutama dalam mengatasi kekhawatiran terhadap pelafalan dan kesalahan saat berkomunikasi.

Rangga Novalisky, Business Development Director ELSA Business, "Di lingkungan kerja yang semakin global, karyawan membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman Bahasa Inggris. Mereka juga perlu memiliki kepercayaan diri untuk menggunakannya dalam situasi nyata. Melalui teknologi AI, ELSA memberikan ruang bagi karyawan untuk berlatih secara konsisten dan meningkatkan kemampuan komunikasi sesuai dengan kebutuhan mereka."

Melalui kolaborasi ini, Artajasa dan ELSA Business berharap dapat terus mendukung pengembangan talenta yang lebih siap menghadapi kebutuhan komunikasi di lingkungan bisnis global, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pencapaian bisnis perusahaan.

Lihat di situs asli

Berita terkait