REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat (AS) memperpanjang sanksi visa terhadap para pejabat Otoritas Palestina (PA) dan anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Keputusan ini melarang Presiden Palestina Mahmoud Abbas bepergian ke New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan selama dua tahun berturut-turut.
"Sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka untuk berbenah, yang bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat, serta kegiatan berkelanjutan mereka yang merusak prospek perdamaian, AS akan memperpanjang sanksi yang menolak visa bagi anggota PLO dan pejabat PA,"tegas Kemenlu AS dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu(16/9/2026).
Baca Juga- Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung
- Teknologi Antibakteri Jadi Pertimbangan Baru dalam Pemilihan Material Ruang
- Falcon Pictures Ajak 5.000 Anak Yatim Nobar Film Terbaru
Kemenlu AS menuding PA melanggar hukum AS karena mengupayakan pengakuan internasional atas negara Palestina di luar jalur negosiasi langsung. AS juga menyoroti langkah PA membawa perselisihannya dengan Israel ke mahkamah internasional serta memberikan pembayaran kepada keluarga dari pihak yang diklaim AS dan Israel sebagai pelaku serangan.
Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB, yang akhirnya disahkan, di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, Jumat (10/5/2024). - (EPA-EFE/SARAH YENESEL)
Meski demikian, Misi PA untuk PBB tetap mendapatkan fasilitas pengecualian (waiver) berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB. Hal ini memungkinkan staf reguler PA untuk tetap bekerja di New York, kendati pejabat individu dilarang memasuki AS.
Pidato Abbas tahun ini sedianya bakal mendesak pengakuan internasional atas negara Palestina dan mendorong kembali momentum solusi dua negara (two-state solution). Langkah ini menyusul gelombang pengakuan resmi sepanjang bulan ini dari Inggris, Prancis, Kanada, dan pemerintah Barat lainnya.
Selain itu, Abbas dijadwalkan menarik perhatian dunia terhadap bencana kemanusiaan di Gaza, ekspansi cepat pemukiman ilegal Israel, serta serangan pogrom pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika