Nasional

Australia Mulai Uji Coba Terapi Kafein untuk Perawatan Bayi Prematur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para peneliti di Australia memulai uji klinis internasional untuk menentukan dosis kafein yang paling aman dan efektif bagi perawatan bayi prematur. Penelitian ini berpotensi mengubah standar...

15 Oktober 2026, pukul 03:54 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para peneliti di Australia memulai uji klinis internasional untuk menentukan dosis kafein yang paling aman dan efektif bagi perawatan bayi prematur. Penelitian ini berpotensi mengubah standar perawatan bayi prematur di seluruh dunia.

Uji klinis yang digelar di Mercy Hospital for Women, Melbourne, tersebut merupakan penelitian pertama di dunia yang secara khusus membandingkan tiga regimen dosis kafein untuk bayi yang lahir sangat prematur. Studi bernama BabyCCINO itu diperkirakan melibatkan sekitar 4 ribu bayi di Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Baca Juga

Selama puluhan tahun, kafein digunakan untuk membantu bayi prematur bernapas. Namun, dokter hingga kini belum mengetahui dosis yang terbaik bagi pasien. Profesor Brett Manley dari Mercy Hospital for Women dan University of Melbourne mengatakan kafein berperan penting dalam merangsang otak bayi prematur agar tetap bernapas.

"Kafein merangsang otak bayi prematur untuk mengingatkan mereka agar bernapas," kata Manley dilansir laman 7NEWS, Rabu (14/10/2026).

Bayi yang lahir sangat prematur dapat mengalami jeda pernapasan yang menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun. Kondisi tersebut terkadang membuat bayi membutuhkan bantuan tenaga medis.

Konsultan neonatologi Mercy Hospital for Women, dr Katie Van Schilfgaarde, mengatakan manfaat pemberian kafein juga dapat dirasakan setelah bayi meninggalkan ruang perawatan intensif. Menurut dia, bayi yang mendapatkan kafein memiliki kondisi jangka panjang yang lebih baik setelah keluar dari ruang perawatan.

Melalui studi BabyCCINO, para peneliti ingin mengetahui apakah dosis kafein yang lebih tinggi daripada dosis yang selama ini rutin digunakan dapat memberikan hasil yang lebih baik. "Kami menduga bahwa dosis yang bahkan lebih tinggi daripada dosis yang selama ini rutin kami gunakan mungkin memberikan manfaat yang lebih besar," kata Manley.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa dugaan tersebut harus dibuktikan melalui uji klinis berskala besar untuk memastikan bayi mendapatkan pengobatan yang paling aman dan efektif.8Penelitian ini akan mengevaluasi kesehatan bayi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Para peneliti juga akan menilai pertumbuhan dan perkembangan mereka ketika berusia dua hingga tiga tahun.

"Ini adalah uji klinis pemberian dosis kafein terbesar yang pernah dilakukan pada bayi yang lahir sangat prematur," kata Manley.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait