REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT AXA Financial Indonesia (AFI) meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector sebagai upaya memperluas akses perlindungan finansial jangka panjang di tengah meningkatnya usia harapan hidup dan kebutuhan masyarakat terhadap proteksi ekonomi. Presiden Direktur AXA Financial Indonesia Niharika Yadav mengatakan produk tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun sekaligus membantu masyarakat menghadapi risiko finansial jangka panjang.
"Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, melebarnya kesenjangan perlindungan, serta bertambahnya beban finansial keluarga, masyarakat membutuhkan solusi perlindungan yang mampu memberikan kepastian lintas generasi. Melalui Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector, kami ingin membantu masyarakat mempersiapkan masa depan dengan lebih baik," ujar Niharika dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga- Perempuan Palestina Rentan Hadapi Penindasan dan Pengabaian Medis di Penjara Israel
- Pertamina dan Boeing Jajaki Peluang Pengembangan Ekosistem SAF Indonesia
- Komisi VII Kawal Rencana Pemangkasan Biaya Marketplace untuk UMKM
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia pada 2025 mencapai 74,47 tahun dan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025 mencatat kesenjangan perlindungan (protection gap) di Asia masih tinggi. Nilai health protection gap diperkirakan mencapai sekitar Rp 4.200 triliun, sedangkan mortality protection gap sekitar Rp 2.150 triliun pada 2024.
Menurut AXA Financial Indonesia, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial untuk menghadapi risiko kesehatan maupun risiko kehilangan pencari nafkah.
Selain itu, meningkatnya jumlah generasi sandwich turut mendorong kebutuhan akan produk perlindungan jangka panjang. Kelompok ini harus menanggung kebutuhan ekonomi anak sekaligus orang tua di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika