Muharto (63 tahun) tampak tegar saat mengikuti upacara pemakaman putranya, Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio (34 tahun), di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). Nurhafiz merupakan satu dari tiga korban yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 saat melaksanakan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu (4/11/2026).
Dalam upacara pemakaman yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Muharto turut terlibat pada prosesi penimbunan tanah secara simbolik ke liang lahad putranya serta meletakkan karangan bunga. Muharto tak lupa memberikan hormat sebagai tanda perpisahan. Ada raut pilu bercampur bangga pada wajah Muharto saat melepas putranya yang gugur dalam tugas.
“Ini anak kebanggaan saya,” ujar Muharto saat diwawancara awak media seusai upacara pemakaman.
Dia menerangkan, Nurhafiz merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Muharto menyebut, putranya sudah menjadi anggota TNI AD sejak 2011. Nurhafiz pun sempat berpamitan kepada Muharto sebelum bertolak ke Kalimantan untuk melaksanakan tugas atau misi pemadaman karhutla. Menurut Muharto, putranya tinggal di asrama Penerbad di Kota Semarang.
“Waktu itu pamit. Kan anak saya ini habis ulang tahun tanggal 27 Oktober, nah besoknya dapat surat tugas ke Kalimantan. Kemudian dia video call saya,” ucap Muharto.
Dalam panggilan video tersebut, selain menyampaikan ucapan selamat bertugas, Muharto berpesan agar Nurhafiz selalu berhati-hati dan memperhatikan standar prosedur. “Jadi untuk keselamatan kerja diutamakan,” ujarnya.
Keluarga mengikuti prosesi pemakaman Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio (34 tahun) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). - (Kamran Dikarma/Republika)
Muharto mengatakan, saat putranya sudah menjalankan tugas di Kalimantan, mereka sempat beberapa kali melakukan panggilan video. Menurut Muharto, tak ada gelagat aneh atau tidak biasa yang ditunjukkan putranya disebelum insiden kecelakaan.
Nurhafiz telah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Berbeda dengan Muharto, mereka, yang turut hadir dalam upacara pemakaman di TMP Giri Tunggal, tampak sangat terpukul dengan kepergian Nurhafiz.
Muharto turut mengapresiasi kenaikan pangkat anumerta yang diperoleh putranya. “Kami selaku orang tua minta doanya untuk anak saya kalau dalam melaksanakan tugas atau dalam pergaulan, ada salah kata. Mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika