Nasional

Bagaimana Bisa Sekelas Anggota Kongres AS Sebut Orang Palestina Aslinya Saudi, Publik pun Geram

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine, memicu gelombang kontroversi setelah dia mengklaim bahwa istilah "Palestina" hanyalah istilah yang direkayasa. Dia menyebut penduduk Jalur Gaza sebagai orang-orang Arab yang...

6 Juli 2026, pukul 15:43 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine, memicu gelombang kontroversi setelah dia mengklaim bahwa istilah "Palestina" hanyalah istilah yang direkayasa.

Dia menyebut penduduk Jalur Gaza sebagai orang-orang Arab yang bermigrasi dari negara-negara Arab. Pernyataan tersebut kembali menghidupkan narasi yang menyangkal identitas nasional rakyat Palestina.

Baca Juga

Dalam wawancara bersama kreator konten Elliott Biewick, Fine mengatakan istilah Palestina adalah istilah yang dibuat-buat, tidak ada yang namanya bangsa Palestina.

Dia juga mengklaim bahwa penduduk Jalur Gaza hanyalah orang-orang Arab yang datang dari Arab Saudi, bahkan menyebut bahwa nama keluarga yang paling banyak dijumpai di Gaza adalah "al-Mashri" (orang Mesir).

Dia menambahkan bahwa istilah "Palestina" baru diciptakan beberapa dekade lalu oleh Uni Soviet sebagai bagian dari upaya melawan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut segera memicu reaksi luas di berbagai platform media sosial. Sejumlah jurnalis, peneliti, dan aktivis menolak klaim tersebut, dengan menegaskan bahwa nama Palestina telah terdokumentasi dalam sejarah sejak ribuan tahun silam.

Aktivis Palestina, Tamer Qudaih, melalui platform X menyatakan Randy Fine berbicara tentang Uni Soviet, padahal penyebutan paling awal mengenai Palestina telah ditemukan sejak era Mesir Kuno.

Dia menjelaskan bahwa sejarawan Yunani kuno, Herodotus, telah menyebut Palestina pada abad ke-5 sebelum Masehi.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait