Nasional

Bahaya di Balik Kebiasaan Sarapan Manis Bagi Kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sarapan dengan makanan manis seperti sereal, pancake, hingga roti mungkin menjadi pilihan praktis bagi banyak orang. Rasanya yang enak dan penyajiannya yang mudah membuat makanan tersebut...

26 Agustus 2026, pukul 00:46 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sarapan dengan makanan manis seperti sereal, pancake, hingga roti mungkin menjadi pilihan praktis bagi banyak orang. Rasanya yang enak dan penyajiannya yang mudah membuat makanan tersebut kerap menjadi menu pembuka hari.

Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula saat sarapan dapat memengaruhi metabolisme, kadar gula darah, rasa lapar, keinginan makan, hingga tingkat energi sepanjang hari. Hal itu diungkap oleh dokter dan pakar pengobatan fungsional dr Mark Hyman.

Baca Juga

Dia mengatakan sarapan tinggi gula bukan pilihan terbaik untuk memulai hari. "Sarapan kamu bisa menjadi obat atau racun. Berhentilah menyantap dessert atau makanan manis sebagai sarapan. Pilihan terbaik adalah sarapan dengan makanan kaya protein," kata Hyman dilansir laman Hindustan Times, Rabu (26/8/2026).

Menurut Hyman, banyak orang memulai hari dengan makanan yang pada dasarnya tinggi gula atau karbohidrat olahan. Menurut dia, pola sarapan tersebut dapat membuat gula darah dan insulin meningkat. Setelah itu, gula darah dapat kembali turun dalam waktu sekitar satu jam sehingga seseorang kembali merasa lapar.

Kondisi tersebut, menurut Hyman, kemudian dapat membuat seseorang terus mengalami keinginan makan atau cravings sepanjang hari. "Jika kamu sarapan dengan makanan kaya gula itu adalah hal terburuk yang mungkin kita lakukan terhadap tubuh. Selain bisa membuat gula darah meningkat, juga bisa memicu kenaikan bert badan," kata dia.

Sarapan dengan makanan manis (ilustrasi). - (Dok. Magnific)

 

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait