REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legging dan pakaian athleisure berbahan elastis menjadi pilihan banyak orang saat bepergian dengan pesawat karena dianggap nyaman, terutama untuk penerbangan jarak jauh. Namun, ada anggapan bahwa mengenakan pakaian ketat di pesawat dapat meningkatkan risiko deep vein thrombosis (DVT) yaitu kondisi terbentuknya bekuan darah yang berbahaya.
Lantas benarkah klaim tersebut? Dokter spesialis bedah vaskular dr Alan Dietzek menjelaskan bagi sebagian besar pelancong yang sehat, mengenakan legging atau pakaian ketat tidak serta-merta menyebabkan pembekuan darah. Risiko yang lebih besar justru berasal dari duduk terlalu lama selama penerbangan.
Baca Juga- Kain Kafan Berisi 60 Ribu Nama Korban Gaza Warnai Festival Film Locarno 2026
- Terapkan Jeda 15-30 Menit tanpa HP Setelah Bangun Tidur
- Sophia Katseye Hiatus demi Menjaga Kesehatan Mental
la mengatakan duduk dalam waktu lama dapat memperlambat sirkulasi darah sehingga darah menggenang di tungkai dan meningkatkan risiko DVT, terutama pada penerbangan yang berlangsung selama empat jam atau lebih. Meski bukan penyebab utama, Dietzek mengatakan pakaian yang terlalu ketat dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko tersebut.
"Pakaian yang terlalu ketat dapat semakin menghambat aliran balik darah vena dari tungkai sehingga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko pembekuan darah," kata Dietzek dilansir laman Very Well Health, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, risiko DVT tetap tergolong rendah pada sebagian besar pelancong yang sehat. Risiko lebih tinggi dimiliki orang yang pernah mengalami DVT, mengidap kanker, memiliki kelainan pembekuan darah bawaan, baru menjalani operasi, menggunakan obat yang mengandung estrogen tertentu seperti pil kontrasepsi atau terapi hormon, serta sedang hamil maupun baru melahirkan.
Lebih lanjut Dietzek mengatakan pakaian ketat berbeda dengan kaus kaki kompresi medis. Kaus kaki kompresi memang dirancang untuk membantu melancarkan sirkulasi darah melalui tekanan bertahap, yakni paling ketat di bagian pergelangan kaki dan semakin longgar ke arah atas tungkai.
"Bahkan tenaga kesehatan kerap merekomendasikan penggunaan stoking kompresi yang ukurannya sesuai bagi pelancong dengan risiko tinggi DVT sebelum melakukan penerbangan jarak jauh," kata Dietzek.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika