REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, berdampak kepada psikologis para calon jamaah umrah. Faktor keselamatan penerbangan dan kondisi keamanan di Tanah Suci kini menjadi pertanyaan utama para calon tamu Allah tersebut.
Pimpinan Cabang Indramayu PT Alkanz Tour and Travel, Ismail, mengatakan, mayoritas jamaah umrah menanyakan soal keamanan penerbangan mereka. Pihaknya pun berusaha menenangkan dan memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi tersebut.“Ya mayoritas jamaah menanyakan soal itu,” ujar Ismail kepada Republika, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga- Tuduhan Tanpa Bukti atau Isu Serius? Trump vs El-Sayed di Michigan
- Wamenhan Dorong Industri Pertahanan Perkuat TNI dan Gerakkan Ekonomi Nasional
- Menteri Imipas Beri Sanksi Pegawai Terlibat Jual Beli Remisi Narapidana
Ismail mengatakan, pihaknya mengedukasi para calon jamaah umrah bahwa penerbangan mereka tidak mendarat di Bandara Riyadh. Ia menjelaskan, penerbangan langsung ke Bandara Jeddah ataupun Madinah.“Gak pernah kita ke Riyadh, langsung ke Jeddah, ke Madinah,” kata dia.
Travel Haji dan Umrah (ilustrasi) - (Antara)
Selain itu, lanjut Ismail, pihaknya dalam waktu dekat ini juga tidak ada jadwal keberangkatan umrah. Ia menyatakan, jadwal penerbangan umrah terdekat akan dilakukan pada akhir tahun nanti, selanjutnya pada awal tahun, umrah paket Ramadhan dan pertengahan April.“Jadi saat ini masih terkondisikan, masih aman,”kata Ismail.
Ismail menambahkan, pihaknya pun selalu berkoordinasi dengan tim yang ada di Tanah Suci. Tim tersebut akan terus memantau kondisi dan membantu keperluan para jamaah.
Seperti diketahui, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI hingga kini belum mengeluarkan keputusan untuk mengimbau ataupun melarang perjalanan umrah setelah serangan Houthi Yaman ke Riyadh, Arab Saudi. Kemenhaj hanya mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung atau direct flight menuju Saudi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan otoritas Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk menghimbau atau melarang perjalanan ke Arab Saudi," ujar Dahnil kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).
Ikuti Whatsapp Channel Republika