REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Puluhan siswa SDN 3 Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, terpaksa harus belajar di sebuah mushola secara bergiliran. Hal itu disebabkan kondisi bangunan sekolah yang rusak parah sehingga mengancam keselamatan siswa dan guru.
Para siswa itu belajar di lantai mushola, yang tak jauh dari sekolah mereka, secara lesehan, tanpa kursi maupun meja. Akibatnya, anak-anak itu harus membungkuk saat menulis di buku tulis yang mereka letakkan di atas lantai.
Baca Juga- Kabupaten Kuningan Masuk Daftar Proyek Geothermal, Bupati Minta Penjelasan ESDM
- Siswa SMPN 1 Japara Disemprot Teman Pakai Pembersih Lantai, Bupati Kuningan: Bercanda atau Bullying?
- Musim Hujan di Jabar Diperkirakan Dimulai November, Kuningan Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Kepala Sekolah SDN 3 Cihirup, Ali, mengatakan, pembelajaran di mushola itu sudah berlangsung selama tiga pekan. Pihaknya berinisiatif untuk memindahkan kegiatan pembelajaran ke mushola karena melihat kondisi kerusakan ruang kelas yang sudah parah.
“Kami melihat tanda-tanda sudah tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran di dalam ruang kelas, sehingga kami mengambil inisiatif melakukan pembelajaran di mushola untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Ali.
Kehawatiran pihak sekolah ternyata terbukti. Bangunan sekolah tersebut ternyata ambruk pada Sabtu (10/10/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Ali menjelaskan, kondisi kerusakan bangunan sekolah itu sudah berlangsung selama satu tahun lebih. Pihaknya pun sudah mengajukan perbaikan, namun hingga sekarang perbaikan itu belum dilakukan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika