Banjir di Kabupaten Aceh Barat dilaporkan meluas hingga merendam 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan dengan ketinggian air mencapai puluhan centimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan tim gabungan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan langsung.
"Bencana alam ini diakibatkan tingginya intensitas hujan yang sangat tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar di pedalaman Aceh Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Dharmawan kepada wartawan di Meulaboh, Minggu (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun desa yang saat ini terdampak bencana alam antara lain di Kecamatan Pante Ceureumen meliputi Desa/Gampong Keutambang, Gampong Lawet, Gampong Jambak, Gampong Puloe Teungoh, Gampong Lango, Gampong Canggai, dan Gampong Sikundo.
Lihat Juga :Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat BanjirKhusus di Gampong Sikundo, kata Dharmawan, banjir menyebabkan badan jalan dan pagar sekolah tergerus air. Kondisi arus sungai hingga Minggu siang, lanjutnya, masih terpantau tinggi.
Di Kecamatan Sungai Mas, lanjutnya, empat desa juga terdampak dan dilanda banjir yaitu Desa/Gampong Tungkop, Gampong Kajeung, Gampong Lancong, serta Gampong Geudong.
Sementara di Kecamatan Woyla Barat, banjir melanda Desa/Gampong Napai dengan kondisi debit air menunjukkan peningkatan signifikan dan rumah warga sudah mulai tergenang banjir.
Dharmawan menjelaskan banjir bermula dari luapan Sungai/Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen serta Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas yang terjadi sejak Sabtu (31/10) lalu.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar tetap waspada, mengingat debit air sungai saat ini masih terpantau sangat tinggi dan sebagian rumah warga mulai terendam air.
(antara/gil) Bagikan: URL berhasil disalin