Banjir dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (31/10) dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat sedikitnya 21 kejadian bencana hingga pukul 08.47 WIB. Jumlah tersebut terdiri dari 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua kejadian cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas Abdul Ladjis mengatakan petugas masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari rangkaian bencana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas BPBD Kabupaten Banyumas saat ini masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari kejadian bencana tersebut," katanya.
Lihat Juga :Mahfud Bicara Posisi Gibran sebagai Wapres Usai MA Batalkan Suket SMAMenurut Abdul, kejadian bencana tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, dan Rawalo.
Peristiwa yang dilaporkan meliputi tanah longsor, banjir akibat luapan sungai, tanggul jebol, talud longsor, hingga pohon tumbang yang menutup akses jalan raya.
Longsor di antaranya terjadi di Desa Klinting, Kecamatan Somagede; Desa Canduk, Kecamatan Lumbir; dan Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang.
Selain permukiman warga, longsor juga dilaporkan berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan, yakni SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.
Sementara itu, banjir akibat luapan sungai dilaporkan terjadi di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati. Banjir juga melanda Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon, serta kawasan sekitar SMP Negeri Wangon.
Di Kecamatan Kebasen, tanggul Sungai Jimblem yang berada di Desa Sawangan dilaporkan jebol. Sementara itu, pohon tumbang menutup akses jalan raya di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.
Lihat Juga :Usai MK, Kini MA Juga Batalkan Bukti Kelulusan SMA GibranAbdul mengatakan petugas BPBD masih melakukan kaji cepat di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.
"Adapun kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana masih dalam proses pendataan seiring dengan asesmen yang dilakukan petugas di lapangan," katanya.
(antara/isn) Bagikan: URL berhasil disalin