Nasional

Bank Jago Salurkan Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Jago Tbk mencatat penyaluran kredit sebesar Rp26,6 triliun hingga semester I 2026, meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,4 triliun....

23 Juli 2026, pukul 07:54 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Jago Tbk mencatat penyaluran kredit sebesar Rp26,6 triliun hingga semester I 2026, meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,4 triliun. Pertumbuhan pembiayaan tersebut diikuti peningkatan dana pihak ketiga (DPK), jumlah nasabah, serta laba bersih, seiring upaya perseroan memperkuat prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab melalui fitur Rapor Kredit.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan pertumbuhan bisnis didorong oleh inovasi produk dan layanan serta kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem. Menurut dia, strategi tersebut memungkinkan perseroan menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai segmen nasabah.

Baca Juga

“Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis. Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan,” ujar Arief dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Hingga akhir Juni 2026, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 20,1 juta, bertambah hampir tiga juta dibandingkan posisi akhir semester I 2025 sebanyak 17,2 juta nasabah. Pertumbuhan tersebut turut mendorong DPK menjadi Rp27,6 triliun atau naik 23 persen secara tahunan dari Rp22,4 triliun. Dari total DPK tersebut, dana murah atau current account and savings account (CASA) mencapai Rp14,6 triliun atau 53 persen dari total penghimpunan dana.

Di sisi profitabilitas, Bank Jago membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp189 miliar hingga akhir Juni 2026, meningkat 49 persen dibandingkan Rp127 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Total aset perseroan juga tumbuh 28 persen menjadi Rp41,4 triliun, sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto tetap terjaga di level 0,8 persen dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 28,4 persen.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait