Nasional

Bayu Skak Angkat Kisah Keluarga Madura dan Alien dalam Film Sci-Fi Terbaru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara sekaligus komedian Bayu Skak mencoba keluar dari zona nyamannya lewat film terbaru berjudul Foufo. Setelah dikenal melalui film-film komedi bernuansa Jawa dan horor komedi, kali ini...

18 Juni 2026, pukul 06:56 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara sekaligus komedian Bayu Skak mencoba keluar dari zona nyamannya lewat film terbaru berjudul Foufo. Setelah dikenal melalui film-film komedi bernuansa Jawa dan horor komedi, kali ini Bayu menghadirkan perpaduan komedi dan fiksi ilmiah (sci-fi) dengan latar budaya Madura.

Film yang diproduksi Skak Studios dan Sinemart itu dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, tim produksi juga merilis trailer dan poster resmi yang memperlihatkan kisah persahabatan tak biasa antara sebuah keluarga Madura dan alien dari luar angkasa.

Baca Juga

Dalam film ini, Tretan Muslim memerankan Muslim, seorang pengepul besi bekas yang menjadi tulang punggung keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi, Muslim memiliki satu impian besar, yakni memberangkatkan ibunya, Saiqonah, untuk menunaikan ibadah haji.

Namun kehidupan keluarga tersebut berubah ketika sebuah pesawat luar angkasa jatuh di Madura dan menghadirkan makhluk asing yang kemudian mereka beri nama Foufo.

Alien tersebut ternyata membutuhkan bantuan keluarga Muslim untuk kembali ke kapal induknya. Di saat bersamaan, Muslim sedang berpacu dengan waktu untuk melunasi biaya keberangkatan haji sang ibu yang tenggat waktunya semakin dekat.

Menurut Bayu, dikutip dari siaran pers, Kamis (18/6/2026), cerita dalam Foufo berangkat dari tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang, yakni kasih sayang seorang anak kepada ibunya. "Semua orang punya pengalaman dan perasaan bagaimana rasanya mencintai ibu kita masing-masing dan keinginan untuk membahagiakan orang yang kita paling sayangi di dunia ini, yaitu ibu. Perasaan itu yang ingin kami sajikan di film ini," ujar Bayu.

Film ini juga menjadi debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama dalam film layar lebar. Berbeda dari citranya yang selama ini identik dengan komedi, kali ini ia dituntut menampilkan sisi yang lebih serius dan emosional.

"Ini pertama kalinya saya menjadi pemeran utama. Ditambah lagi, penonton akan melihat sisi lain saya yang belum pernah terlihat selama ini. Saya bangga identitas Madura ditampilkan dengan baik dan unik oleh Bayu di film ini," kata Tretan.

Selain menghadirkan genre yang masih jarang diangkat di perfilman nasional, Foufo juga membawa sejumlah terobosan. Film ini menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama dan melibatkan banyak pemain berdarah Madura, termasuk sejumlah non-aktor.

Tim produksi juga bekerja sama dengan studio animasi asal Surabaya, Hompimpa, untuk merancang karakter alien Foufo. Sementara suara karakter alien tersebut diisi oleh pengisi suara senior Ade "Bibier" Kurniyawan yang dikenal luas lewat berbagai proyek sulih suara.

Produser eksekutif David Suwarto menilai premis tentang UFO yang mendarat di Madura menjadi daya tarik tersendiri bagi film tersebut. "Ide tentang UFO yang crash landing di Madura sudah sangat lucu. Film ini membawa komedi dengan sentuhan sci-fi, tetapi juga memiliki drama yang menyentuh tentang cinta seorang anak kepada ibunya," ujarnya.

Selain Tretan Muslim, film ini turut dibintangi Habib Jafar, Ade Bibier Kurniyawan, Benedictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, dan Hari Otong.

Dengan perpaduan komedi, budaya lokal, dan unsur fiksi ilmiah, Foufo diharapkan menjadi warna baru dalam perfilman Indonesia sekaligus menghadirkan kisah keluarga yang hangat dan dekat dengan penonton.

Lihat di situs asli

Berita terkait