REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Hingga 19 Oktober 2026, Baznas telah melakukan pemadaman di 12 titik serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat dan petugas terdampak.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan penanganan dilakukan melalui pemadaman, penyediaan kebutuhan dasar, dan perlindungan masyarakat dari dampak asap.
Baca Juga- Mengapa Sikap Negara-Negara Balkan yang Muslim terhadap Israel Berbeda?
- 10 Keistimewaan Makkah Ini Buktikan Kebesaran Allah SWT, Diperkuat Studi Ilmiah Barat
- Jika Doa Belum Terkabul, Ini Nasihat Tokoh Ulama Sufi Ahli Tasawuf
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” kata Idy kepada Republika, Senin (19/10/2026).
Idy menerangkan, pemadaman dilakukan di 12 titik, termasuk Jl. Golf Ujung dan Jl. Lingkar Selatan di Banjarbaru, Desa Parit Baru dan Desa Wonodadi 2 di Kubu Raya, serta Jl. Alson 3 di Palangka Raya. Tim juga menangani karhutla di Kutai Timur, Berau, Mamuju Tengah, dan Kotawaringin Timur.
"Baznas mengerahkan 51 personel Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) dengan dukungan satu mobil rescue, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor," ujarnya.
Selain pemadaman, Baznas mendirikan 13 titik layanan dapur air untuk menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan. Layanan ini mendukung kebutuhan personel yang bertugas menangani kebakaran di berbagai wilayah.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika