Nasional

Beautifikasi Stasiun Gambir Jadi Wajah Baru Perkeretaapian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, beautifikasi Stasiun Gambir merupakan arahan langsung dari Presiden RI. Dia menyebut, PT Kereta Api Indonesia atau KAI akan menjadi leading sector...

27 Juni 2026, pukul 05:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, beautifikasi Stasiun Gambir merupakan arahan langsung dari Presiden RI. Dia menyebut, PT Kereta Api Indonesia atau KAI akan menjadi leading sector dalam proyek tersebut.

"Bapak Presiden berharap kita bisa melakukan beautifikasi terhadap Stasiun Gambir, diharapkan dengan penampilan terbaru, Gambir itu akan menjadi semacam etalase atau wajah baru dari pelayanan perkeretaapian kita," ujar Dudy saat media briefing sejumlah isu strategis terkini di sektor transportasi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga

Dudy menyampaikan rencana pengembangan Stasiun Gambir menjadi simpul transportasi yang melayani KRL Commuter Lime maupun kereta api jarak jauh (KAJJ). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarlayanan perkeretaapian sekaligus menghadirkan wajah baru Stasiun Gambir yang lebih modern.

Saat ini, Stasiun Gambir tidak melayani KRL Commuter Line. Kendati begitu, lanjut Dudy, pengembangan Stasiun Gambir tidak akan mengubah fungsi Stasiun Manggarai yang tetap menjadi salah satu simpul utama atau hub perkeretaapian nasional.

Dudy menyebut, Stasiun Gambir akan dikembangkan sebagai pusat integrasi layanan kereta. "Gambir nantinya akan melayani KAJJ dan KRL untuk melayani masyarakat. Kita ingin menjadikan Gambir sebagai etalase konektivitas dari layanan kereta api," ucap Dudy.

Menurut dia, pemerintah masih mengkaji komposisi layanan KRL dan kereta jarak jauh yang akan beroperasi di Stasiun Gambir. Seiring dengan itu, sambung Dudy, kapasitas jalur rel juga akan ditingkatkan agar mampu mengakomodasi tambahan perjalanan kereta.

"Tidak semuanya mungkin, nanti kita akan lihat seberapa banyak KRL yang akan dilayani di sana, kemudian seberapa banyak kereta jarak jauh. Yang pasti bahwa ada penambahan jumlah trek untuk menampung kereta jarak jauh dan juga KRL," ujar Dudy.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait