REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada perbedaan kontras antara vokalis Gorillaz Damon Albarn dan vokalis Metallica James Hetfield ketika memaknai "fungsi" panggung konser. Albarn memilih menjadikan panggung sebagai media bersuara dan mengajak penonton mengambil sikap atas isu kemanusiaan, seperti krisis di Gaza, Palestina.
Sebaliknya Hetfield, menolak menjadikan panggung sebagai sarana penyampaian agenda politik dan menegaskan bahwa konser seharusnya menjadi ruang netral tempat penonton melepaskan diri sejenak dari persoalan dunia luar. Aksi solidaritas Albarn mengemuka saat Gorillaz menggelar tur konser di Kia Center, Orlando, Florida, Amerika Serikat.
Baca Juga- James Hetfield Metallica Kritik Musisi yang Bawa Agenda Politik ke Panggung Konser
- Bawa Bendera Palestina di Konser, Vokalis Gorillaz Ajak Penggemar Nggak Netral Soal Gaza
- Tiket Tur ‘Free Palestine’ Macklemore Ludes Terjual
Di tengah pertunjukan, Albarn menerima bendera Palestina dari seorang penonton dan mengibarkannya. Ia lantas menyerukan pesan mendalam agar publik terus mengingat situasi yang terjadi di Gaza dan tidak bersikap netral.
"Jangan pernah lupakan ini. Selamanya. Teguhkan pendirian kalian. Jangan pernah bersikap netral," ujar Albarn di hadapan para penonton, dikutip dari laman Euro News, Selasa (22/9/2026).
Lihat postingan ini di Instagram
Langkah Albarn sejalan dengan sejumlah musisi dunia yang konsisten menyatakan solidaritas terhadap rakyat Palestina, seperti Massive Attack, Kneecap, Fontaines DC, Patti Smith, hingga Macklemore. Meski demikian, penggunaan panggung untuk menyuarakan pandangan politik acap kali beriringan dengan risiko industri yang tidak ringan. Pengalaman ini dialami rapper Macklemore yang didepak dari sisa tur Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah menyerukan kata-kata "Free Palestine" di atas panggung.
Pencoretan Macklemore terjadi setelah sejumlah pengelola venue menolak memfasilitasi konser jika sang rapper tetap tampil, sebagaimana dikonfirmasi oleh promotor tur Messina Touring Group. Macklemore kemudian mengungkapkan adanya tekanan dari Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, yang mengancam penyelenggaraan konser di beberapa lokasi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika