REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemunculan gerakan mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu menuai pro dan kontra. Gerakan yang sebelumnya tak pernah didengar itu bukan hanya menuding eks ketum BEM UGM Tiyo Ardianto berkepentingan politik pratis, melainkan mempertanyakan mahasiswa yang mempersoalkan Makan Bergizi Gratis.
Isu yang dibawa BEM Bersatu jelas bertolak belakang dengan isu-isu dari BEM Universitas Indonesia dan sejumlah badan eksekutif mahasiswa lain di kampus-kampus besar.
Baca Juga- Kopdes Merah Putih Dikritik, Menkop: Masak Mahasiswa tidak Setuju? Tidak Setuju Apanya?
- Temui Mahasiswa di Istana Wapres, Gibran Hargai Penyampaian Aspirasi
- Dituding Pengkhianat Reformasi, Budiman Sudjatmiko: Saya tidak Bergabung ke Pemerintahan Diktator
Muncul spekulasi bahwa gerakan BEM yang belum jelas kapan dibentuknya itu hanya sekadar upaya untuk memecah gerakan mahasiswa. Namun pastinya sejumlah kampus yang sempat disebut-sebut bagian dari BEM tersebut telah menolak bergabung.
Salah satunya yakni BEM FTI UBSI yang namanya merasa dicatut dalam konferensi pers BEM Bersatu terkait dugaan keterkaitan Letjen (Purn.) Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto. "BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan pada konferensi pers tersebut," demikian dalam pernyataan seperti dilansir di akun IG BEM tersebut.
BEM FTI UBSI menegaskan tdak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut. "BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama "Ahmad" sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan terkait.
Penolakan juga disampaikan oleh aliansi Mahasiswa Kampus Unpam yang namanya merasa dicatut. Apalagi BEM Unpam selama ini tidak aktif. "Kami mengutuk segala bentuk pengkhianatan," demikian dalam keterangannya.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengaku tidak kenal dengan BEM Bersatu. "Tidak kenal Mas," jawabnya singkat.
Ketika ditanya apakah ada kemungkinan upaya gerakan mahasiswa dipecah belah, ia belum menjawab.
Gerakan mahasiswa kembali turun ke jalan pada Jumat lalu memprotes beragam kebijakan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis. Mahasiswa juga menyuarakan kegelisahan rakyat terhadap kondis perekonomian.
Lihat postingan ini di InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika