REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyimpan ponsel di saku baju menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Selain praktis, posisi tersebut membuat ponsel mudah dijangkau ketika ada panggilan atau pesan masuk.
Namun, letaknya yang dekat dengan jantung memicu kekhawatiran apakah sinyal dan getaran ponsel bisa mengganggu irama jantung? Dokter spesialis jantung dr Samir Kubba mengatakan ponsel menggunakan sinyal frekuensi radio untuk berkomunikasi dengan jaringan seluler dan perangkat nirkabel lainnya. Namun sinyal tersebut merupakan radiasi non-ionisasi, sehingga tidak memiliki energi yang cukup untuk secara langsung merusak DNA seperti radiasi sinar-X.
Baca Juga- Terlalu Lama Main HP Bisa Mengubah Cara Bernapas, Kok Bisa?
- Mengenal Smartphone Brain, Keluhan Sakit Kepala Ketika Kebanyakan Main HP
- Pemicu Jerawat yang Sering Diabaikan: HP Kotor hingga Stres
Menurut dr Kubba, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan paparan frekuensi radio dari penggunaan ponsel sehari-hari menyebabkan gangguan irama jantung pada masyarakat umum. "Artinya, bagi orang sehat, menyimpan ponsel di saku baju sebelah kiri tidak terbukti menyebabkan gangguan jantung," kata dr Kubba dilansir laman Hindustan Times, Kamis (1/10/2026).
Lantas mengapa getaran HP bisa membuat detak jantung lebih terasa? Menurut dr Kubba, getaran ponsel yang menempel pada tubuh dapat membuat seseorang lebih menyadari sensasi di area tersebut. Kondisi ini terutama dapat dirasakan oleh orang yang sedang cemas atau sangat memperhatikan detak jantungnya.
"Jadi, ketika seseorang lebih merasakan detak jantung bukan berarti seseorang mengalami irama jantung yang tidak normal," kata dia.
Meski masyarakat umum tidak perlu terlalu khawatir, ada kelompok tertentu yang tidak disarankan menyimpan ponsel di saku baju. Yaitu mereka yang menggunakan perangkat jantung implan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika