JAKARTA – Fasilitas perawatan pesawat milik FL Technics Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, memperoleh sertifikasi EASA Part-145 dari European Union Aviation Safety Agency (EASA). Sertifikasi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas layanan perawatan pesawat kepada maskapai dan perusahaan penyewaan pesawat asal Eropa.
Chairman FL Technics Indonesia Martynas Grigas mengatakan, sertifikasi tersebut memungkinkan fasilitas perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Bali melayani operator penerbangan yang tunduk pada regulasi Eropa. Perusahaan berencana memulai pengerjaan pesawat milik operator asal Uni Eropa pada pekan depan, disusul kedatangan armada lainnya pada November 2026.
Baca Juga- Kemenhub Tegaskan tak Ada Penutupan Bandara Akibat Karhutla, Ini Penjelasannya
- Lima Bandara Jadi Jalur Ekspor Ilegal Emas, Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas
- Bandara Banyuwangi Catat 1.142 Penumpang Jelang Perhelatan Gandrung Sewu 2026
“Pencapaian ini menempatkan FL Technics Indonesia pada posisi yang sangat strategis sebagai salah satu fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di tanah air yang memenuhi standar regulasi penerbangan sipil Eropa yang dikenal sangat ketat dan disiplin,” ujar Martynas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Fasilitas MRO di Bali memiliki luas sekitar 17 ribu meter persegi dengan kapasitas perawatan hingga lima pesawat berbadan sedang secara bersamaan. Layanan yang ditawarkan mencakup perawatan berkala di hanggar (base maintenance) serta perawatan operasional pesawat (line maintenance).
Menurut Martynas, fasilitas tersebut dapat menangani sejumlah tipe pesawat yang banyak digunakan maskapai komersial. Di antaranya keluarga Airbus A320 serta Boeing 737 dari berbagai generasi.
“Ruang lingkup layanan mencakup tipe pesawat narrowbody yang merupakan tulang punggung penerbangan komersial dunia saat ini, seperti Airbus A320 family (CEO dan NEO) serta Boeing 737 Classic, Next Generation, hingga seri MAX,” ucap Martynas.
Kompleks perawatan tersebut dilengkapi tiga hanggar dengan tiga area penempatan pesawat serta fasilitas pengecatan seluas 2.000 meter persegi. Perusahaan menilai kapasitas dan lokasi fasilitas di Bali dapat menjadi daya tarik bagi maskapai internasional yang membutuhkan layanan perawatan pesawat.
Martynas menjelaskan, sertifikasi EASA diperoleh setelah fasilitas tersebut menjalani pemeriksaan teknis. Audit mencakup kelayakan infrastruktur hanggar, sistem peralatan, serta kompetensi dan kesiapan tenaga teknis.
“Pengakuan tersebut diraih setelah melalui rangkaian audit teknis yang ketat dari para inspektur EASA, mencakup kelayakan infrastruktur hanggar, sistem perkakas (tooling systems), hingga kompetensi dan kesiapan tenaga teknik,” sambung Martynas.
Sebelumnya, FL Technics Indonesia telah melayani maskapai dari kawasan Amerika, Asia, Afrika, dan Australia melalui fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dengan sertifikasi EASA, perusahaan berupaya memperluas jangkauan bisnis ke operator penerbangan Eropa.
Martynas mengatakan, pengembangan fasilitas MRO di Bali menjadi bagian dari strategi perusahaan menjangkau pasar perawatan pesawat internasional. Selain Eropa, perusahaan juga membidik operator penerbangan dari Asia, Timur Tengah, dan Australia.
“Kehadiran sertifikasi EASA ini sekaligus menegaskan komitmen kami tidak hanya melayani pasar domestik atau regional, tetapi juga menjadi pemain global yang siap melayani operator dari Asia, Timur Tengah, hingga Australia dengan standar tertinggi,” kata Martynas.
Ikuti Whatsapp Channel Republika