Nasional

Berkah Maulid Nabi Bikin Abu Lahab Mendapat Keringanan Azab, Ini Penjelasan UAS dan Gus Baha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ustaz Abdul Somad (UAS) dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui kisah Abu Lahab. Meski dikenal sebagai salah seorang penentang Nabi...

24 Agustus 2026, pukul 06:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ustaz Abdul Somad (UAS) dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui kisah Abu Lahab. Meski dikenal sebagai salah seorang penentang Nabi dan Islam, Abu Lahab disebut mendapat keringanan azab karena bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW hingga memerdekakan budaknya bernama Tsuwaibah.

Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah di Indonesia diyakini bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2026. Menjadi kebiasaan Muslim Indonesia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. UAS menjelaskan, selama ada dalilnya maka Maulid Nabi maupun Tahlilan tidak termasuk bidah.

Baca Juga

UAS menerangkan bahwa Abu Lahab diringankan azabnya setiap Senin karena pada hari Senin, Abu Lahab membebaskan budaknya bernama Tsuwaibah."Abu Lahab punya budak (bernama Tsuwaibah), budak inilah yang datang ke rumah Abu Lahab memberi kabar (kelahiran Nabi Muhammad SAW)," kata UAS dalam tausiyahnya yang diunggah di channel Youtube Tanya Ustadz Abdul Somad pada awal 2025.

Tsuwaibah mengabarkan kepada Abu Lahab bahwa keponakannya sudah lahir, Aminah melahirkan anak laki-laki. Mendengar hal itu, Abu Lahab sangat senang.

As Safiyyah Museum and Park menggambarkan kehidupan manusia, gambaran kiamat, surga, dan neraka hingga biografi Nabi Muhammad, Rabu (17/6/2026). Museum di Madinah, Arab Saudi ini menjadi salah satu destinasi ziarah jamaah haji Indonesia. - (Republika/Fernan Rahadi)

UAS menjelaskan, dari mana umat Islam bisa tahu kisah dan riwayat tentang Abu Lahab ini, yakni dari Sahih Bukhari.Berkatalah Imam al-Hafidz al-Maqdisi seorang ahli hadis, "Kalau si kafir (Abu Lahab) yang sudah jelas masuk neraka diringankan azabnya karena bahagia menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bagaimana dengan orang yang sepanjang umurnya senang menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mati dalam keadaan bertauhid."

UAS menjelaskan bahwa bidah itu kalau tidak ada dalil sama sekali dari jauh maupun dari dekat, baru bisa dikatakan bidah. Ada dalil Maulid Nabi maka tidak bidah. Jika sesuatu melanggar Alquran, hadis, ijma dan qiyas, baru dikatakan bidah."Selama masih ada dalilnya maka tidak bisa disebut dengan bid'ah," ujar UAS.

UAS menjelaskan bahwa doa bersama ada dalilnya, baca Surat Yasin bersama ada dalilnya, Tahlilan ada dalilnya, dan Maulid Nabi juga ada dalilnya.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait