JAKARTA -- Di tengah maraknya gim video dan gim online, semakin banyak anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Padahal, sebuah studi menemukan bahwa memberi kesempatan anak menjelajahi alam dan menghadapi tantangan terkait dengan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.
Penelitian yang dipimpin tim dari University of Exeter dan University of British Columbia ini merupakan studi internasional terbesar yang pernah dilakukan mengenai risky play atau permainan berisiko. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One.
Baca Juga- Bukan Cuma soal Makanan, Kebiasaan Ini Jadi Pemicu Anak Obesitas di Indonesia
- Psikolog Ingatkan Bahaya Bentak dan Pukul Anak
- Viral Konten Polisi Anak, Jasa Unik yang Bantu Orang Tua Nasihati Anak
Peneliti menemukan anak-anak yang memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain di luar ruangan menunjukkan hasil yang lebih baik dalam berbagai aspek kesehatan dan perkembangan. Lingkungan yang bisa mendukung aktivitas tersebut seperti taman bermain ataupun ruang terbuka alami.
"Temuan kami juga menunjukkan, mobilitas mandiri yakni kemampuan anak untuk pergi atau beraktivitas di luar tanpa pengawasan orang dewasa, bermanfaat bagi tingkat aktivitas fisik mereka," kata peneliti studi, Prof Helen Dodd, dilansir laman University of Exeter, Selasa (27/10/2026).
Permainan petualangan atau risky play merupakan aktivitas bermain yang memungkinkan anak menghadapi tantangan dan mengeksplorasi risiko dalam batasan tertentu. Jenis permainan ini mencakup aktivitas yang memberikan sensasi menegangkan sekaligus menggembirakan, seperti mengendarai sepeda dengan cepat, memanjat pohon, bermain air di sungai kecil, hingga melakukan permainan fisik seperti bergulat.
Dalam penelitian tersebut, permainan berisiko dibagi menjadi enam kategorì, yaitu permainan yang melibatkan ketinggian, kecepatan, kemungkinan tersesat, unsur berbahaya seperti air dan api, penggunaan alat berbahaya seperti palu atau pisau untuk mengukir kayu, serta permainan fisik yang melibatkan interaksi seperti kejar-kejaran dan gulat-gulatan. "Konsep ini menekankan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan dan menghadapi tantangan melalui permainan. Tapi tentu saja, permainan itu harus dilakukan dengan batasan tertentu," kata Dodd.
la mengatakan membatasi kesempatan anak untuk melakukan permainan petualangan dapat menghilangkan pengalaman belajar yang penting bagi kesehatan dan perkembangan mereka. "Jika kita menolak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terlibat dalam jenis permainan yang dahulu dianggap biasa oleh generasi sebelumnya, kita telah merampas kesempatan belajar yang kaya manfaat dan berkaitan dengan kesehatan serta perkembangan anak," kata Dodd.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika