Nasional

Bigmo Penuhi Panggilan Pemeriksaan soal Promosi Vape Libatkan Anak

Youtuber Bigmo memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait dugaan promosi liquid vape kepada anak-anak. Ia minta maaf atas aksinya yang kontroversial.

10 Agustus 2026, pukul 07:24 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum & Kriminal Bigmo Penuhi Panggilan Pemeriksaan soal Promosi Vape Libatkan Anak CNN Indonesia Senin, 10 Agu 2026 14:24 WIB Bagikan: url telah tercopy Youtuber Muhammad Jannah alias Bigmo memenuhi panggilan klarifikasi Polda Metro Jaya terkait dugaan promosi liquid vape yang melibatkan anak-anak di Polda Metro Jaya, Senin (10/8). (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu) Jakarta, CNN Indonesia --

Youtuber Muhammad Jannah alias Bigmo memenuhi panggilan klarifikasi Polda Metro Jaya terkait dugaan promosi liquid vape yang melibatkan anak-anak di Polda Metro Jaya, Senin (10/8).

Pantauan CNNIndonesia.com, Bigmo tiba di Gedung Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA/PPO) Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.24 WIB. Ia datang dengan didampingi kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo.

Bigmo tak banyak berbicara kepada awak media yang sudah menunggunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah," kata Bigmo saat ditanya soal kondisinya.

Lihat Juga :Polisi Periksa Orang Tua dan 4 Anak di Kasus Bigmo Promosikan Vape

Sejurus dengan Bigmo, Ragahdo juga belum mau berbicara banyakk ihwal kasus hukum yang tengah menjerat kliennya.

"Kita ini dulu ya ke dalam kayak biasa, nanti abis selesai pemeriksaan klarifikasi, kita stamenent," ujarnya.

Youtuber Bigmo sebelumnya diadukan ke Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya buntut diduga mengajak sejumlah anak di bawah umur untuk mempromosikan liquid vape melalui tayangan live streaming.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan praktik yang mengeksploitasi anak untuk mempromosikan produk yang tidak diperuntukkan bagi mereka merupakan pelanggaran serius dan tidak dapat ditoleransi.

"Anak-anak harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi di ruang digital. Konten yang melibatkan anak untuk mempromosikan produk vape jelas bertentangan dengan semangat perlindungan anak dan tidak sepatutnya mendapat ruang di platform digital," kata Meutya dalam keterangannya, Minggu (2/8).

Lihat Juga :Kebakaran Bromo Meluas Hingga 550 Hektare, Api Dekati Permukiman Warga

Di sisi lain, Bigmo telah menyampaikan permintaan maaf terkait aksinya tersebut lewat sebuah video yang diunggah di akun Youtubenya, Niceguymo.

"Saya Muhammad Janah atau yang biasa dikenal sebagai Bigmo. Melalui video ini saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan dan perkataan saya yang telah menimbulkan kegaduhan dalam beberapa hari terakhir. Saya mengakui bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan dan tidak dapat dibenarkan," ujarnya.

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait