Nasional

BMKG: Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

BMKG ungkap potensi asap karhutla Kalimantan terbawa angin ke negara tetangga.

24 Agustus 2026, pukul 10:29 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa BMKG: Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga CNN Indonesia Senin, 24 Agu 2026 17:29 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Karhutla kepung Kalimantan. (AFP/REINA) Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menyebutkan kondisi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan berpotensi terbawa hingga ke negara tetangga akibat adanya pengaruh pergerakan angin.

"Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin," katanya mengutip Antara, Senin (24/8).

Ardhasena menjelaskan asap karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Indonesia berpotensi mencapai kawasan negara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angin musiman yang rutin terjadi," lanjut dia.

Lihat Juga :Kabut Asap Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tidak Sehat

Ardhasena mengatakan langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lebih lanjut, BNPB meminta negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujarnya.

Lihat Juga :Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Api Belum Padam

Berton mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas. Pemerintah, menurut dia, telah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan karhutla.

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ungkapnya.

Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca, hingga penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Lihat Juga :Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Karhutla

Berton menyebut pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra.

Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ucap Berton.

Lihat Juga :Kasus Asma & ISPA Melonjak Parah di Malaysia Gegara Dibekap Asap

(tim/dal) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait