Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkap secara situasional akan melakukan operasi modifikasi cuaca guna suhu panas di Kota Jakarta.
Ia menyampaikan itu usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah jajaran terkait di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, (28/7).
"Jadi ketika memang kondisinya sudah Hari Tanpa Hujan cukup panjang, maka dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem," kata Teuku di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Daftar 4 Kabupaten di Jawa Tengah yang Masih Dikepung KarhutlaIa mengatakan OMC itu dilakukan di Jakarta secara situasional, melihat situasi yang tengah berlangsung.
Teuku juga menyampaikan dalam hal ini, BMKG bekerjasama dengan BPBD DKI Jakarta.
Selain itu, ia menyampaikan di beberapa gedung tinggi di Jakarta, BMKG dan BPBD DKI Jakarta juga memasang ground-based generator.
"Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira "sehat" untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadilah hujan," ujarnya.
Lihat Juga :Prabowo Panggil Kepala BNPB hingga Menhut, Bahas Karhutla KemarauIa menjelaskan langkah itu diambil jika hujan sama sekali tidak turun dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu.
Dalam kondisi itu, Teuku menyebut kualitas udara di Jakarta juga menurun.
"Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan di pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta," ucap dia.
Lihat Juga :Kekeringan Gunungkidul, Warga Rongkop Jual Ternak Buat Beli Air (mnf/dal) Add as a preferredsource on Google
[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy