Nasional

BNPB: Ancaman Likuefaksi Akibat Gempa M 6,7 Sulteng Sudah Lewat

BNPB memastikan tidak ada potensi likuefaksi setelah gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah. Tren gempa susulan menurun, dan dampak longsor sedang dikonfirmasi.

17 Juni 2026, pukul 05:06 WIB · dibaca 1 kali

Nasional Peristiwa BNPB: Ancaman Likuefaksi Akibat Gempa M 6,7 Sulteng Sudah Lewat CNN Indonesia Rabu, 17 Jun 2026 12:06 WIB Bagikan: url telah tercopy Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada potensi fenomena tanah bergerak (likuefaksi) imbas gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah yang terjadi pada Selasa (16/6).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan potensi terjadinya likuefaksi di lokasi terdampak saat ini sudah lewat, sehingga dipastikan tidak akan terjadi.

"Untuk potensi likuefaksi saat ini itu sudah lewat. Karena, likuefaksi ini biasanya terjadi pada saat gempa utama terjadi atau gempa dengan kekuatan cukup signifikan," kata Abdul dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (17/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Guncangan permukaan sehingga ini dalam tanda kutip mengaduk lapisan tanah dengan air tanah sehingga dia mjd lumpur, nah ketika dia menjadi lumpur inilah objek apapun di atasnya menjadi tenggelam atau terbawa kalau itu di kemiringan," sambungnya.

Pilihan Redaksi

Abdul menerangkan tren gempa susulan yang terjadi saat ini juga mulai menurun, baik dari segi intensitas maupun frekuensinya.

"Kami bisa sampaikan bahwa potensi terjadi likuefaksi itu waktunya sudah lewat," tegasnya kembali.

Di sisi lain, Abdul menyebut gempa bumi itu dilaporkan turut menyebabkan longsor di wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso. Kata dia, saat ini pihaknya masih melakukan konfirmasi ulang terkait titik longsor dan dampaknya.

"Ini akan kita konfirmasi apakah dampaknya secara langsung ada yg berdampak pada masyarakat atau tidak, karena dari laporan visual yang kita dapatkan itu posisi longsoran cukup jauh dari pemukiman masyaraat," tutur dia.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6) sekitar pukul 10.27 WITA. Gempa ini turut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

BMKG menyebut gempa tersebut diakibatkan Sesar Sausu. Penyebab gempa ini berbeda dengan apa yang terjadi pada tahun 2018. Saat itu, Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah luluh lantak karena gempa bumi dan likuifaksi dari Sesar Palu-Koro.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring, Selasa (16/6).

Lihat Juga :Viral Akun Medsos Wakil Ketua DPRD Cirebon Komentari Warga 'Gembrot'

(dis/kid) Add as a preferred
source on Google
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait