JAKARTA -- kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di enam provinsi prioritas wilayah Sumatra dan Kalimantan dilaporkan masih terus meluas. Berdasarkan data per Kamis (22/10/2026), total terdapat sekitar 21 ribu hektare lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas meliputi Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Baca Juga- Eks Anggota Kopassus Dibacok, Lawan Balik Banting Pelaku Hingga Tersungkur
- Karhutla Terjadi di Lima Wilayah Jawa Timur, Empat di Antaranya Melanda Kawasan Gunung
- Bisakah Amerika Mematikan AI Militer NATO dari Jauh? Palantir Jawab Tegas
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengatakan saat ini masih ada 2.431 hektare terbakar di wilayah Sumatra. Sebanyak 2.050 hektare lahan berada di wilayah Sumatra Selatan, 339 hektare lahan di Jambi, dan 2 hektare lahan di Riau.
"Untuk di Sumatra, ada kita lihat di sepanjang Sumatra itu ada 2.431 hektare dari yang terbakar saat ini," kata dia saat konferensi pers secara daring, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, di tiga provinsi prioritas wilayah Kalimantan, total masih 18.973 hektare lahan yang kebakaran. Dari tiga wilayah itu, karhutla paling banyak terjadi di Kalimantan Tengah dengan luasan lahan mencapai 16.097 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan total masih ada 1.506 hektare lahan yang terbakar dan di Kalimantan Barat terdapat 1.370 hektare lahan.
"Sehingga total untuk tiga provinsi ini 18.973 hektare," ujar dia.
Berton menjelaskan, penanganan karhutla di enam provinsi prioritas itu dilakukan melalui operasi satgas darat dan satgas udara. Di Sumatra, BNPB mengerahkan total 33.106 personel dengan 19 unit unsur udara, di mana 12 unit di antaranya adalah untuk water bombing dan tujuh unit untuk patroli maupun operasi modifikasi cuaca.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika