Nasional

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Terinspirasi SMA 72 Jakarta

Bom rakitan meledak di MAN 3 Padang, pelaku berinisial R, seorang siswa. Tidak ada korban, polisi selidiki motif dan barang bukti yang diamankan.

14 Juli 2026, pukul 08:43 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Terinspirasi SMA 72 Jakarta CNN Indonesia Selasa, 14 Jul 2026 15:43 WIB Bagikan: url telah tercopy Bom rakitan meledak di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (14/7). Pelaku diduga siswa sekolah tersebut berinisial R. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang) Jakarta, CNN Indonesia --

Bom rakitan meledak di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (14/7). Pelaku diduga siswa sekolah tersebut berinisial R.

"Iya (pelajar). Inisial R (17)," kata Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Mayndra Eka, saat dihubungi wartawan, dikutip dari detik.com.

Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendalami kasus tersebut. Mayndra mengatakan ledakan hanya terjadi sekali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meledak sekali, di samping kelas. Tidak ada korban," ujarnya.

Lihat Juga :Ledakan Keras di Purwakarta Hancurkan Toko Bangunan, Satu Orang Tewas

Mayndra menjelaskan barang yang diduga merupakan bom rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Setelah itu sekolah langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," ujarnya.

Mayndra menyebut polisi mengamankan siswa berinisial R. Berdasarkan hasil penyelidikan awal diduga R sebagai pemilik barang-barang tersebut.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," katanya.

Lihat Juga :Ojol Istirahat Ketiduran Tewas Ditusuk, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Berdasarkan keterangan awal, kata Mayndra, perangkat bom itu diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," kata Mayndra.

Mayndra menjelaskan, pelaku mengaku mendapat bahan peledak terinspirasi kasus bom di SMAN 72 Jakarta. Polisi saat ini masih menyelidiki motif tersebut.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik," jelasnya.

Tidak ada korban jiwa terkait kejadian tersebut. R dan barang bukti telah diamankan pihak kepolisian. Densus 88 beserta Polda Sumbar meminta keterangan saksi-saksi guna pendalaman kasus tersebut.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait