REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Imam Foundation for Training and Development, dan Korps Mubaligh Indonesia (KMI) menjajaki pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Korea Selatan.
Penjajakan dilakukan melalui pertemuan dengan Korea Muslim Federation (KMF) di kantor KMF, Seoul, Kamis (27/8/2026). Rombongan Indonesia turut didampingi KBRI Seoul.
Baca Juga- KBRI Seoul Dorong 50 Ribu Diaspora Muslim Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
- WIKA Beton Pamerkan Teknologi Rumah Modular Tahan Gempa di Danantara Housing Expo
- Kemenangan di Balapan Sprint Aragon Jaga Peluang Marc Marquez Pertahankan Gelar MotoGP
Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan ekosistem halal, literasi keuangan syariah, serta kemungkinan memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan.
Business Strategy Head Islamic Ecosystem Group BSI Yosita Nur Wirdayanti mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun hubungan ekonomi dan keuangan syariah yang lebih erat antara kedua negara.
"Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia-Korea. Kami melihat ada potensi yang cukup besar, bukan hanya dari sisi komunitas Muslim di Korea, tetapi juga dari peluang kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan Korea," ujar Yosita kepada Republika pada Ahad (30/8/2026) .
Menurut dia, penjajakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antarlembaga, tetapi berlanjut dalam program-program konkret yang memberikan manfaat bagi komunitas Muslim dan pelaku usaha kedua negara.
"Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi komunitas Muslim dan pelaku usaha di kedua negara," katanya.
Salah satu potensi yang dibahas adalah pengembangan layanan keuangan syariah bagi komunitas Muslim di Korea Selatan. Hingga saat ini, Korea Selatan belum memiliki bank syariah sehingga masyarakat Muslim masih mengandalkan layanan perbankan konvensional.
Selain perbankan, kebutuhan terhadap produk dan layanan asuransi syariah juga dinilai menjadi peluang yang dapat dikembangkan seiring pertumbuhan komunitas Muslim dan ekosistem halal di Korea Selatan.
KMF menyampaikan jumlah komunitas Muslim di Korea Selatan mencapai sekitar 250 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ribu hingga 50 ribu merupakan Muslim asal Indonesia.
Besarnya komunitas tersebut dinilai dapat menjadi basis bagi pengembangan literasi keuangan syariah sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan berbasis syariah.
Pertemuan juga membahas peluang kerja sama sektor halal. Indonesia dinilai memiliki pengalaman dalam membangun industri halal, perbankan syariah, keuangan sosial syariah, hingga penguatan ekosistem usaha berbasis syariah.
Dalam pertemuan tersebut, KNEKS memaparkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia serta peluang kerja sama dengan Korea Selatan. BSI memperkenalkan perkembangan perbankan syariah dan potensinya dalam mendukung ekosistem halal, sedangkan Imam Foundation dan KMI memaparkan program pengembangan kapasitas dan pembinaan komunitas Muslim.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika