REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah bukanlah keputusan yang terjadi tanpa pertimbangan. Di balik peristiwa bersejarah tersebut, terdapat sejumlah faktor yang menjadikan Madinah sebagai tempat paling ideal untuk mengembangkan dakwah Islam.
Salah satu alasan utamanya adalah kesiapan masyarakat Madinah menerima ajaran Islam. Bahkan, mereka terlebih dahulu mencari dan menyatakan kesetiaan kepada Rasulullah SAW sebelum beliau berhijrah ke kota tersebut.
Baca Juga- Ini Dia Pemenang Sesungguhnya dari Perang AS Israel Melawan Iran
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
- Jejak Iblis yang Menyamar Menjadi Seorang Syekh Menjelang Hijrahnya Nabi ke Madinah
Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah juga bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan langkah strategis dalam membangun peradaban Islam. Kota itu dipilih karena warganya lebih siap menerima dakwah, bahkan lebih dahulu mencari Rasulullah SAW untuk beriman.
Jika muncul pertanyaan, apa alasan Madinah menjadi tujuan hijrah Nabi Muhammad SAW? Jawabannya, faktor utamanya adalah kesiapan warga Madinah dalam menerima dakwah Islam.
Ada hal menarik dalam kisah keislaman warga Madinah. Justru merekalah yang mencari Nabi Muhammad SAW karena ingin beriman kepada beliau dan Allah SWT. Warga Madinah tidak seperti warga Makkah yang harus didatangi Rasulullah SAW saat memperkenalkan Islam.
"Justru warga Madinah ini dalam kesempatan haji dan banyak kesempatan lain berusaha ingin berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW untuk masuk Islam," tulis KH Ahmad Sarwat dalam buku Madinah Era Kenabian terbitan Rumah Fiqih Publishing.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika