REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah sineas dan musisi menyatakan dukungan kepada penulis asal Irlandia, Sally Rooney, setelah buku-bukunya ditarik dari peredaran di Inggris imbas dukungannya terhadap Palestine Action. Menurut mereka, Rooney bukanlah teroris dan buku karyanya harus tetap tersedia bagi masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan melalui surat terbuka dan ditandatangani sejumlah tokoh termasuk aktor Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones. Keduanya dikenal setelah membintangi serial "Normal People" yang diadaptasi dari novel Rooney.
Baca Juga- Imbas Dukung Palestina, Buku-Buku Karya Sally Rooney Ditarik di Inggris
- Setia Bela Palestina, Pentolan Pink Floyd Sebut James Hetfield Metallica 'Bajingan'
- Beda Sikap di Panggung: Vokalis Gorillaz Vokal Bela Palestina, Vokalis Metallica Tolak Bawa Politik
Surat terbuka itu turut ditandatangani oleh aktris peraih Oscar Jessie Buckley, sutradara Jonathan Glazer, penulis Irvine Welsh, aktris Susan Sarandon dan Tilda Swinton, serta grup musik Kneecap. Robert Del Naja, vokalis grup Massive Attack, juga tercatat sebagai salah satu penandatangan surat terbuka tersebut.
"Sally Rooney adalah seorang penulis, bukan teroris. Buku-bukunya harus tersedia bagi masyarakat," demikian surat terbuka tersebut dilansir laman Variety, Kamis (22/10/2026).
Dalam surat terbuka tersebut, para penandatangan mengecam penarikan buku-buku Rooney. Mereka menilai tindakan itu didasarkan pada undang-undang antiterorisme yang tidak tepat dan terlalu represif. Mereka juga menilai penarikan buku mencederai prinsip kebebasan berbicara dan berekspresi yang selama ini dijunjung tinggi di Inggris.
"Penarikan buku-bukunya dari peredaran, yang didasarkan pada undang-undang antiterorisme yang tidak dipikirkan dengan matang dan bersifat represif, merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip dasar kebebasan berbicara dan berekspresi yang selama ini telah dianggap sebagai hak di negara ini," kata surat terbuka itu.
Para penandatangan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penyensoran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka juga mendesak pemerintah Inggris mengubah kebijakan dan merevisi undang-undang yang dinilai telah memicu persoalan tersebut.
"Kami dengan tegas menolak penyensoran, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakannya dengan merevisi undang-undang yang telah membawa kita ke titik absurditas represif ini," kata pernyataan itu.
Pada awal bulan ini, Sally Rooney mengonfirmasi penerbitnya tidak akan lagi memasok novel karyanya termasuk Normal People ke toko buku di Inggris. Hal ini menyusul dukungan Rooney terhadap kelompok Palestine Action yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Pemerintah Inggris.
Pada Agustus lalu, Rooney menulis sebuah artikel untuk The Irish Times yang menyatakan komitmennya mendukung Palestine Action. la juga berjanji akan menggunakan hasil penjualan buku-bukunya untuk mendukung kelompok tersebut dan aksi melawan genosida di Gaza oleh Israel. Saat itu ia bahkan pasrah jika dianggap mendukung teroris oleh Pemerintah Inggris.
"Jika hal ini membuat saya dianggap sebagai pendukung terorisme menurut hukum Inggris, biarlah," kata Rooney kala itu.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika